SURABAYA-Perayaan Hari Raya Imlek masih tiga pekan mendatang, tepatnya Jumat 12 Februari 2021. Meskipun demikian, peringatan hari besar etnis Tionghoa ini diawali dengan gelaran fashion competition untuk menyambut Chinese New Year tersebut.
Sebanyak 30 peserta berlenggak-lenggok di atas run way di Atrium Lenmarc Mal lantai UG pukul 14.00 kemarin. Bukan hanya dewasa, yang ikut dalam kompetisi ini juga diikuti oleh anak-anak.
Ketua Acara sekaligus Dennis promotion manajemen Retno Emanuell menjelaskan, acara tahunan ini bukan sekadar untuk merayakan Chinese New Year. Namun juga untuk mengenalkan budaya etnis Tionghoa kepada para peserta.
“Jadi sejak dini mungkin kita kenalkan budaya-budaya yang ada di dunia ini, khususnya budaya Tiongkok yang ada di Indonesia,” ujar Retno, Minggu (17/1).
Dalam kompetisi fashion tersebut, tidak hanya diikuti oleh peserta keturunan Tionghoa. Akan tetapi, juga ada peserta keturunan asli Jawa dengan menggunakan busana khas Tionghoa yang berwarna serba merah. Bahkan tak sedikit peserta yang mengenakan kerudung atau hijab.
Dalam perlombaan ini terdapat kriteria yang harus diperhatikan oleh tiap peserta. Di antaranya usia anak mulai dari empat hingga 10 tahun hingga dewasa.
Untuk busana dibebaskan menggunakan bahan, merek, dan warna. Asalkan masih identik dengan nuansa merah. “Busananya kami bebaskan, tidak harus nuansa merah ya, ada yang biru ada yang pink. Cuma dominan merah ya,” jelas Retno.
Sementara itu, penilaian dari lomba ini akan dipilih peserta yang menguasa blocking panggung selama perfom, keserasian dalam berbusana, tata rias wajah dan lain sebagainya. “Cara berjalan, makeupnya kita nilai semua. Setiap peserta kita beri waktu tiga menit langsung jalan catwalk di run way,” ucapnya.
Retno menambahkan, peserta di tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya. Kali ini hanya menyediakan 30 kuota, sedangkan tahun lalu ada 70 peserta. “Karena masih pandemi, kami belum bisa menerima banyak peserta. Jadi agak berkurang pesertanya,” imbuhnya.
Salah satu peserta Naysa Novenia Sung, mengatakan agak grogi ketika catwalk di panggung. Walaupun sedikit merasa gerogi gadis usia 8 tahun ini tetap percaya diri berjalan di panggung sembari bergaya. “Senang bisa ikut lomba, apalagi didukung juga sama mama,” kata Nasya. (gin/jay)
Editor : Administrator