Kepala Sekolah SMP 17 Agustus 1945, Wiwik Wahyuningsih mengatakan pihaknya siap menggelar PTM pada pertengahan bulan Januari karena para siswanya sehabis libur ditakutkan malah kurang efektif dalam penerapan protokol kesehatan. "Kami siap Minggu ketiga, karena anak-anak habis libur jadi ketika langsung masuk di awal Januari saya khawatir habis berkerumun dengan banyak orang selama liburan," katanya, Kamis (17/12).
Oleh karena itu, Wiwik sudah meminta kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk menunda masuk di awal Januari. "Dinas Pendidikan sudah menyetujui kami untuk masuk di minggu ketiga bulan Januari," ungkapnya.
Simulasi PTM di SMP 17 Agustus 1945 berakhir sudah tanggal 15 Desember lalu. Selama simulasi PTM pihaknya sudah mengevaluasi kendala yang ada seperti kedisiplinan orang tua dalam mengantarkan sekolah anaknya hingga kurangnya tenaga guru di sekolah mengingat yang diwajibkan untuk masuk adalah guru yang usianya di bawah 50 tahun.
"Kami ada 29 guru, yang usia di bawah 50 tahun ada 15 guru. Sedangkan untuk siswa ada 68, namun yang bersedia masuk ada 56 siswa. Jadi kami bagi sesuai dengan kapasitas guru yang ada," jelasnya.
Kepala SMP YBPK 1 Surabaya Erwin Darmogo menjelaskan, pihaknya akan merampungkan simulasi PTM, Jumat (18/12). Selama simulasi diikuti oleh 11 siswa kelas IX dari total 47 siswa. "Karena dari total 47 siswa yang diizinkan orang tua hanya 11 siswa," katanya.
Erwin mengaku akan mempertimbangkan dulu untuk PTM di awal Januari. Selain itu orang tua juga banyak yang masih melihat kondisi ke depan. "Secara pribadi saya akan pertimbangkan dulu. Karena masa libur habis masa libur. Mungkin minggu ketiga atau keempat Januari. Orang tua juga banyak yang masih wait and see," ungkapnya.
Kendala yang dihadapi saat simulasi PTM adalah kedisiplinan orang tua dalam menjemput anak. Pihaknya juga sudah memberikan imbauan kepada orang tua agar tepat waktu dalam menjemput anak. "Secara keseluruhan tidak ada kendala, namun kedisiplinan orang tua dalam menjemput anak yang menjadi masalah. Secara keseluruhan kami sudah follow up," katanya
Kepala SMPN 1 Surabaya Akhmad Suharto mengatakan, pihaknya akan menuntaskan simulasi PTM pada Jumat (18/12) dan akan melakukan PTM pada 4 Januari 2021. "Kamu 4 Januari sudah masuk dengan PTM," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo menjelaskan, ada ketentuan-ketentuan yang dibuat di dalam proses belajar mengajar tatap muka pada masa pandemi Covid-19. Yakni, pelajar harus dalam kondisi sehat dan sebelumnya telah mengikuti swab dengan hasil negatif. Ketentuan ini berlaku pula bagi para guru maupun seluruh tenaga pendidikan yang hadir di sekolah.
"Kemudian ada persetujuan oleh orang tua. Jadi mereka semua (pelajar) yang datang di sekolah tatap muka harus mendapat persetujuan dari orang tua. Kemudian ada persetujuan dari komite sekolah dan selebihnya sarana prasarana protokol kesehatan harus disiapkan dengan kalkulasi jumlah murid yang datang," jelasnya. (rmt/nur) Editor : Administrator