Kepala Seksi Angkutan Rel, Perairan, Udara, Barang, dan Kendaraan Tidak Bermotor Dishub Surabaya Hilmy Gugo Septiawan mengatakan, penambahan lajur dilakukan di Surabaya Barat dan Surabaya Timur. Di kawasan barat berada di Jalan Mayjen Sungkono, HR Muhammad, dan Yono Suwoyo. Sedangkan di timur di Jalan Kertajaya Indah.
Rencananya, jalur sepeda dibuat sekitar 20 kilometer yang terintegrasi dengan lajur sepeda di Surabaya Pusat. "Saat ini sedang on progress untuk pengecatan lambang," kata Hilmy.
Menurut dia, penambahan lajur tersebut lantaran animo masyarakat yang makin gemar bersepeda. Kebiasaan ini terus dirawat agar ke depan masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi yang menimbulkan kemacetan.
Dishub juga sudah memperhitungkan keselamatan pesepeda dan dampak pada lalu lintas ketika jalannya digunakan satu lajur. "Status jalan dipertimbangkan, apakah jalan nasional atau jalan kota. Aturan kecepatan kendaraan di dua jalan tersebut jelas berbeda. Kami utamakan di jalan kota,” terangnya.
Tahun depan, dishub mengembangkan lajur sepeda di kawasan MERR dan frontage Jalan Ahmad Yani. Hilmy mengatakan, dari pantauannya saat ini banyak pesepeda yang belum mematuhi peraturan lalu lintas. Seperti melanggar lampu merah, melebihi garis batas berhenti kendaraan. "Harusnya pesepeda berada di belakang garis batas itu saat lampu merah," katanya.
Pakar Transportasi ITS Machsus menilai penggunaan sepeda pancal sebagai bagian dari pengembangan transportasi yang ramah lingkungan. Saat ini ada sekitar 20 hingga 30 persen penggowes baru yang muncul di tengah pandemi. "Sejatinya karakteristik jalan di Surabaya cukup bagus. Jadi, penggunaan sepeda perlu ditingkatkan sebagai alat transportasi yang ramah lingkungan," katanya. (rmt/rek) Editor : Administrator