SURABAYA - Delapan unit bus untuk armada Suroboyo Bus akan tiba di Surabaya pada akhir Oktober ini. Bus jenis low deck tersebut diimpor dari Swedia dengan anggaran mencapai Rp 23 miliar. Armada baru ini sebenarnya sudah datang ke Indonesia pada Agustus lalu. Namun saat ini bus sedang tahap finishing perakitan di Jawa Tengah.
Nantinya, armada baru Bus Suroboyo ini akan dilengkapi dengan mesin pengepres botol yang keluarnya adalah karcis bus. Selain itu juga ada penambahan rak untuk mengangkut sepeda. Ini merupakan fasilitas baru dari armada Suroboyo Bus.
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Sunoto menjelaskan, penambahan armada Suroboyo Bus untuk memperbaiki kinerja rute bus yang digagas Pemkot Surabaya tersebut. Pasalnya, saat ini waktu tunggu bus yang lama menjadi bahan evalusi dishub.
Karena itu dengan penambahan armada baru diharapkan bisa menyingkat waktu tunggu menjadi lebih cepat. "Bus sudah ready dan mudah-mudahan akhir bulan ini sudah datang. Nanti akan kami uji coba dulu sebelum siap dioperasikan," paparnya.
Sebelum digunakan untuk penumpang, armada baru Suroboyo Bus ini akan diuji kir terlebih dahulu. Setelah itu, bus akan ditempatkan di Terminal Oso Wilangon (TOW). Sebab, penambahan armada baru Suroboyo Bus ini juga terkait rencana penambahan rute yang akan dilakukan menjelang perhelatan Piala Dunia U-20 pada tahun depan.
Sebagaimana diketahui, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi salah satu venue ajang olahraga sedunia itu. Penambahan rute nanti akan dilakukan dari pusat kota di Tunjungan hingga sampai ke Benowo sebelum nantinya masuk ke area Stadion GBT.
Sunoto mengungkapkan, penambahan rute tersebut melihat potensi jumlah penumpang dan pertimbangan prasarana jalan. Sehingga penambahan ini bisa mendukung aktivitas warga dalam menggunakan transportasi masal di dalam kota. "Ini masih kita kaji (tambahan rute), karena selain itu (rute ke Stadion GBT, red) ada juga dari (terminal) Joyoboyo ke Unesa melalui Wiyung," imbuhnya
Sunoto memastikan armada baru Suroboyo Bus ini lebih nyaman. Sebab, nantinya botol plastik sebagai alat pembayaran jasa transportasi tidak lagi ditaruh di bak yang selama ini ada, tapi langsung dimasukkan mesin pres. Kemudian keluar struk atau tiket busnya. (rmt/jay)
Editor : Administrator