Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Anggaran Terpakai Covid 19, Underpass TIJ ke KBS Tertunda

Administrator • Senin, 28 September 2020 | 06:41 WIB
Anggaran Terpakai Covid 19, Underpass TIJ ke KBS Tertunda
Anggaran Terpakai Covid 19, Underpass TIJ ke KBS Tertunda

SURABAYA-Pembangunan underpass atau jalan bawah tanah untuk menyambungkan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) hingga ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) gagal digarap tahun ini. Jalan bawah tanah tersebut rencananya digunakan untuk memberikan kemudahan bagi warga yang akan menikmati wisata KBS dengan parkir di TIJ.


Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, penundaan pembangunan underpass tersebut  tak lain karena adanya massa pandemi Covid-19. Sehingga, anggaran Rp 24 miliar yang disiapkan untuk pembangunan direalokasikan untuk penanganan pandemi. "Karena rasionalisasi anggaran. Kami prioritaskan dahulu ke penanganan Covid-19," kata Irvan Wahyudrajad.


Irvan menjelaskan, sebetulnya proyek tersebut sudah dilelang. Namun,  karena situasi tidak memungkinkan, akhirnya pengerjaan urung dilakukan. "Yang jelas, kita usulkan untuk segera dilakukan proses lelang ulang. Tapi gak tahu kapan pastinya," kata Irvan.


Desain underpass, menurut dia, pintu terowongan dimulai dari samping utara gedung TIJ sampai tembus ke pintu sisi selatan KBS. Underpass tersebut dibangun sepanjang 150–170 meter. Bergantung kondisi lahan bawah tanah yang akan digali. Konstruksinya dibuat untuk pejalan kaki selebar empat meter. Kemudian interior di dalam akan berhias sehingga menjadi ikon kota setelah Alun-Alun Surabaya.


Irvan mengungkapkan, proses penundaan tersebut rencananya hingga tahun depan. Sehingga, ketika dilakukan pelalangan ulang, nantinya dianggarkan lagi untuk pengerjaan tersebut. "Karena harganya material juga pasti berbeda dengan perencanaan awal," katanya.


Sebelumnya rencana matang sudah dipersiapkan dengan menuangkan anggaran proyek underpass dalam APBD 2020 dengan estimasi pengerjaan selama setahun. Namun, anggaran Rp 24 miliar tersebut belum termasuk anggaran untuk pembebasan lahan. "Yang jelas, rancangannya sudah ada. Termasuk skema rekayasa lalu lintas selama pembangunan berlangsung," katanya.


Sementara itu, Ketua Komis C DPRD Kota Surabaya Baktiono mengakui pandemi Covid-19 yang belum mereda membuat seluruh anggaran untuk proyek dialihkan untuk penanganan Covid-19. "Mungkin setelah pendemi underpass TIJ hingga KBS bisa dilanjutkan," katanya.


Baktiono menjelaskan, dalam situasi saat ini APBD dan PAD Surabaya hanya menerima 30 persen dari target. "Kami memaklumi anggaran proyek besar juga belum ditekan kontrak karena dialihkan," pungkasnya. (rmt/rek)



Editor : Administrator