Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Temui Risma di Rumah Dinas, Moeldoko Diajak Tinjau Pasar Genteng

Administrator • Senin, 7 September 2020 | 06:00 WIB
Temui Risma di Rumah Dinas, Moeldoko Diajak Tinjau Pasar Genteng
Temui Risma di Rumah Dinas, Moeldoko Diajak Tinjau Pasar Genteng

SURABAYA-Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bertemu oleh Wali Kota Suranaya, Tri Rismaharini di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jumat (4/9). Kehadiran Moeldoko untuk mengecek pengendalian virus Corona di Surabaya. Bahkan Moeldoko jug meninjau Pasar Genteng yang merupakan salah satu pasar tangguh di Surabaya.


Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengendalikan penyebaran Covid-19  dengan melakukan testing, tracing, dan treatment (3T). “Tadi testingnya sudah luar biasa, kita ikuti tadi tracingnya juga menggunakan aplikasi yang sangat baik, sehingga semuanya bisa terdeteksi," katanya.


Lanjut Moeldoko bahwa yang dilakukan oleh pemerintah sebenarnya dengan melakukan treatment yang dilakukan dengan baik. "3T itu sebenarnya memang kewajiban pemerintah,” imbunya.


Tugas dan kewajiban masyarakat yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak (3M). Namun, 3M dan 3T itu berjalan dengan baik, maka dia yakin pengembangan Covid-19 bisa segera diberesi dan cepat hilang dari Indonesia. “Dan itu saya melihat sangat tergantung dari manajemen leadershipnya,” terangnya.


Menurutnya Tri Rismaharini sudah menjelaskan dari sisi manajemennya sudah tertata dengan bagus dan dari sisi leadershipnya sudah ada ketegasan. Salah satu contohnya ketika pasar tidak disiplin dan ditemukan ada yang positif ditutup sementara. “Ini penting agar masyarakat terbiasa dengan kehidupan yang taat asas dan disiplin,” tegasnya.


Sementara itu Wali kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan,  pertambahan kasus sudah tidak terlalu banyak dan tren kesembuhan terus meningkat setiap harinya. “Alhamdulillah, sekarang kami sudah bisa mengendalikan,” katanya.


Keberhasilan itu tidak lepas dari berbagai upaya yang telah dilakukannya selama ini bersama jajarannya. Mulai dari membuat aplikasi untuk mengontrol data pasien Covid-19 hingga tracing yang masif dan detail. “Jadi, melalui aplikasi ini, kami bisa mengontrol data pasien, karena seringkali ada data pasien yang muncul berkali-kali. Kemudian kita melakukan tracing detail, mulai alamatnya, kontak eratnya baik yang satu rumah maupun yang lainnya dan juga tempat kerjanya,”terangnya.


Risma memastikan bahwa pihaknya semakin masif melakukan tes rapid dan tes swab masal gratis kepada seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, hampir setiap hari pemkot menggelar tes swab di Gelora Pancasila. Ketika dilakukan rapid tes akan langsung dites swab. Nah, sembari menunggu hasilnya, warga tersebut akan dibawa ke hotel bagi yang tidak menunjukkan gejala. Sedangkan yang menunjukkan gejala, akan langsung dilarikan ke rumah sakit.


“Kita terus melakukan tes, termasuk ibu hamil yang kandungannya berusia 37 minggu dan juga semua guru SD dan SMP kita tes, yang tidak menunjukkan gejala itu kami isolasi juga di Hotel Asrama Haji. Di sana, mereka bisa berolahraga juga dan penyembuhannya di sana sangat cepat. Sudah banyak yang pulang dari sana karena sudah sembuh,” terangnya.


Protokol kesehatan di semua komunitas terkecil diperketat, sehingga lahirlah kampung tangguh, mal tangguh, tempat ibadah tangguh dan pasar tangguh. Bahkan, demi mengetuk pintu kesadaran warga, Wali Kota Risma mengakui bahwa hampir setiap akhir pekan keliling ke kampung-kampung dan gang-gang sempit untuk sosialisasi pakai masker dan selalu menjaga protokol kesehatan.


“Alhamdulillah ini sangat berpengaruh terhadap penurunan kasus, sehingga kami relative bisa mengendalikan penularannya. Setelah mereka sembuh, kami juga ajak mereka untuk senam pernafasan, sehingga kondisi mereka terus terpantau oleh pihak puskesmas," pungkasnya. (rmt)

Editor : Administrator