SURABAYA-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kinerja Satgas Covid-19 Kabupaten Magetan. Pasalnya, Magetan mampu menghambat laju persebaran Covid-19 yang berawal dari kasus di Solo.
“Dari 10 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Magetan, sekarang ini tinggal satu orang yang masih dirawat. Sedangkan delapan orang lainnya sudah sembuh dan satu orang meninggal dunia. Begitu juga kasus PDP, dari 26 orang sekarang tinggal 16 orang,” ujar Khofifah, Selasa (14/4).
Mantan Menteri Sosial ini menambahkan, kesuksesan Kabupaten Magetan tidak lepas dari hasil tracing yang dilakukan secara masif. Kemudian ditindaklanjuti dengan langkah-langkah intensif berupa isolasi mandiri untuk mencegah penularan Covid-19.
“Kami juga mengapresiasi para kepala desa dan lurah di Jatim yang terus menambah ruang isolasi (observasi) berbasis desa/kelurahan," katanya.
Pemprov menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,384 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19 di Jatim. Khofifah menguraikan, alokasi untuk kuratif sebesar Rp 825,31 miliar, promotif dan preventif Rp 110,7 miliar, social safety net Rp 995,04 miliar, dan pemulihan ekonomi sebesar Rp 454,26 miliar.
Selain penanganan dampak Covid-19, Khofifah juga memastikan ketahanan pangan, stok, serta distribusi logistik di Jatim. Pemprov tengah menyiapkan format lumbung pangan yang lokasinya mudah diakses. “Saat ini tersedia 3,3 juta ton beras di Jatim dan diperkirakan sampai Juni 2020 masih tersisa 2,1 juta ton,” terang Khofifah.
Sementara itu, Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak memastikan jalur logistik bantuan pangan dan stok beras di luar program bantuan pangan dampak pandemi Covid-19. Konsumsi bulan Januari dan Februari diakui lebih besar dibanding kapasitas produksi beras di Jatim. Sebaliknya, pada kurun waktu Maret-April justru produksi beras lebih besar ketimbang tingkat konsumsi.
“Bulan-bulan ini memang kita fokus pada penyerapan panen. Ada 433 ribu hektare lahan sawah yang akan memasuki masa panen sehingga harga beras bisa terjaga,” katanya.
Selain beras, menurut Emil, pemprov juga memastikan komoditas gula mulai bulan ini telah didistribusikan sehingga harganya akan kembali normal. Minyak goreng relatif terkendali, sementara harga telur dan ayam justru turun. (mus/rek)
Editor : Administrator