Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tiru Vietnam, Surabaya Kembangkan Sterilization Chamber

Administrator • Sabtu, 21 Maret 2020 | 14:47 WIB
Tiru Vietnam, Surabaya Kembangkan Sterilization Chamber
Tiru Vietnam, Surabaya Kembangkan Sterilization Chamber

SURABAYA - Atas Permintaan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Institut Teknologi (IT) Telkom Surabaya  mengembangkan alat  sterilization chamber. Yakni bilik sterilisasi untuk membersihkan bakteri atau virus yang menempel pada pakaian dan permukaan tubuh sebagai upaya pencegahan dari penularan virus corona (Covid-19).


Rektor IT Telkom, Tri Arief Sadjono menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah bertemu dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini untuk menunjukkan prototype. Pihaknya juga  berdiskusi mengenai pengembangan dan penyempurnaan alat. "Kami bertemu kemarin, langsung kami kebut semalam. Maunya Bu Risma, kami membuatkan alat sterilisasi seperti yang ada di Vietnam," ujarnya.


Bilik sterilisasi ini berukuran 1x 1,5 meter persegi. Cara kerjanya, seseorang memasuki bilik untuk kemudian disemprot dengan uap dari disinfektan selama 10 hingga 15 detik. Sehingga, baik kuman, bakteri atau virus yang menempel pada pakaian dan kulit tubuh bagian luar bisa mati. "Uap yang dihasilkan merupakan hasil penguapan dari disinfektan cair," lanjutnya.


Penguapan disinfektan ini menggunakan alat humidifier. Hasil uap akan ditangkap oleh chamber (bilik). Untuk cairan disinfektannya saat ini juga masih proses menemukan yang tepat. Karena ada produk disinfektan dari dalam maupun luar negeri.


Bilik sterilisasi ini selanjutnya masih akan menjalani serangkaian pengujian sebelum diserahkan ke Pemerintah Kota Surabaya. Pengujian akan dilakukan secara komprehensif bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk mencapai standard yang tepat.


IT Telkom menggandeng beberapa kampus di Surabaya. Seperti ITS yang memiliki pakar biologi dan kimia, dan Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Unair yang memiliki kapasitas untuk pengujian virus corona.


Proses pengujiannya nanti akan dilakukan dengan memasukkan model atau robot yang nantinya akan mengenakan pakaian yang dipapari virus. Setelah itu akan dilihat seberapa banyak virus yang mati setelah memasuki bilik sterilisasi. Bilik sterilisasi ini diharapkan mengurangi virus yang masuk ke tubuh. "Sehingga kalau ada virus yang masuk, beban imun kita terlalu berat untuk melawan katanya.


Rencananya, bilik sterilisasi ini akan diproduksi secara masal. Namun Tri menjelaskan, IT Telkom tidak bisa bekerja sendiri untuk produksi secara masal. Dibutuhkan kerja bersama dari masing-masing institusi. Ia menyebut alat ini bisa dibuat siapapun karena cukup sederhana.


Tri sendiri belum tahu akan dipasang di mana bilik sterilisasi ini oleh pemkot. Yang pasti, alat ini akan diletakkan di tempat-tempat keramaian. Di mana masih berkumpul banyak orang yang tidak memungkinkan bekerja di rumah. Seperti di kantor dan lain sebagainya.


Selain sterilization chamber, IT Telkom juga tengah mengembangkan sterilization tunnel. Yang memungkinkan untuk menyemprot desinfektan pada orang-orang sekali jalan. Sama seperti mesin detektor badan yang biasa di hotel.


Cara kerjanya pun sama, namun sterilizatiot unnel bisa menyemprot dengan cepat sehingga bisa langsung sekali jalan. "Kalau chamber orang masuk bilik, mutar badan. Kalau tunnel untuk kebutuhan cepat, sehingga bisa dipakai untuk masuk ke mall, terminal yang panjang antrean," paparnya. (ism/jay)

Editor : Administrator
#pemkot surabaya