SURABAYA - Kasus penculikan anak kerap terjadi akhir-akhir ini di Jatim. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun meminta para camat dan lurah di Kota Pahlawan untuk melakukan langkah antisipasi.
Begitu juga sekolah-sekolah."Kita harap tidak ada penculikan anak di Surabaya. Makanya, kami minta RT RW siaga," katanya.
Risma mengungkapkan, saat ini sekolah-sekolah sudah dipasangi CCTV sehinga semua aktivitas bisa dimonitor. Kamera CCTV juga dipasang di masjid, gereja, dan pusat perbelanjaan.
Risma juga meminta para guru berada di luar ruangan ketika para siswa hendak pulang, Di taman dan ruang publik lainnya juga dijaga Satpol PP dan Linmas.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPBLinmas) Kota Surabaya Eddy Christyanto menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan para kepala satuan tugas Linmas untuk berkeliling ke sekolah-sekolah, terutama TK dan SD. "Kalau jam pulang, saya minta dimonitor. Terutama anak-anak yang antar jemput. Mereka kita minta menutup pagar dan berhati-hati," katanya.
Menurut Eddy, Kasatgas Linmas yang bertugas mengawasi sekolah-sekolah sebanyak 154 orang. Setara dengan jumlah kelurahan di Surabaya. Jadi, masing-masing kelurahan punya satu orang kasatgas linmas.
Eddy mengakui keterbatasan personel menyebabkan tidak semua sekolah bisa dipantau. Ia meminta petugas keamanan untuk menanyai setiap tamu yang berkunjung, ingin menemui siapa, kemudian mencatat nomor kendaraannya. "Kalau ada apa-apa akan ketahuan," katanya. (rmt/rek)
Editor : Administrator