SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya giat menaman pohon cemara udang di kawasan pesisir utara. Tujuannya untuk menghadang saat terjadi ombak besar yang melanda kawasan pantai utara.
“Selain bikin tanggul, kita juga tanami cemara udang. Jadi cemara udang itu untuk menahan ombak laut sebelum masuk ke daratan,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Risma mengatakan, sejak awal pihaknya terus melakukan penanaman pohon cemara udang di tepi pantai utara. Seperti di kawasan Bulak, Kenjeran, hingga sekitaran Jembatan Suramadu. Karena daerah tersebut tidak bisa ditanami tanaman mangrove, sehingga ia memilih menaman pohon cemara udang untuk mengatasi hal tersebut.
Ia menyampaikan kawasan pesisir pantai, dinilai lebih rawan terkena banjir rob. Sebab, ada dua faktor kemungkinan yang dapat menyebabkan wilayah pesisir banjir.
Pertama, intensitas curah hujan tinggi dan kedua timbulnya air rob atau pasang. “Jadi memang yang daerah-daerah pantai itu menghadapi dua faktor tersebut, curah hujan tinggi sama air rob. Makanya kita harus pintar-pintar menyiasati itu,” urainya.
Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menuturkan, selain membangun tanggul untuk penghadang air rob, penanaman pohon cemara udang ini dinilai juga penting sebagai metode pemecah ombak besar. Dengan adanya pohon tersebut, diharapkan dapat mengurangi derasnya ombak sebelum mencapai daratan.
“Kayak di pantai utara, Kenjeran, Bulak, terus tepi pantai sekitaran Suramadu, itu dia (ombak) hantam cemara udang dulu, supaya ombaknya tidak terlalu keras,” imbuhnya.
Menurutnya, pohon cemara udang dinilai memiliki struktur batang yang kuat. Disamping itu, proses penanamannya juga sangat mudah, terlebih pohon tersebut juga dapat membuat kawasan pesisir utara menjadi lebih rindang.
“Kira-kira lima tahunan pohon ini sudah bisa besar. Kita akan terus melakukan penanaman, tambah makin maju, makin maju ke laut, untuk pemecah ombak,” tutup Risma. (gin/rtn)
Editor : Administrator