Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

HOREE! Risma Upayakan Gaji Guru Swasta Sesuai UMK

Administrator • Selasa, 27 November 2018 | 00:30 WIB
HOREE! Risma Upayakan Gaji Guru Swasta Sesuai UMK
HOREE! Risma Upayakan Gaji Guru Swasta Sesuai UMK



SURABAYA - Memperingati hari guru nasional ke-25 yang jatuh pada 25 November, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, upayakan kenaikan gaji untuk guru swasta. Wali Kota Surabaya dua periode tersebut, berupaya agar gaji guru swasta sesuai dengan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Kota Surabaya, yaitu Rp 3,8 juta. 


“Sudah kita usulkan ke DPR (Dewan Perwakilan Rakyat, Red) untuk UMK,” kata Wali Kota Surabaya yang akrab dipanggil Risma tersebut di Gelora 10 November, Minggu (25/11).


Dalam acara yang juga memperingati hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 73, Risma mengatakan, guru banyak memberikan sumbangsih positif bagi generasi penerus bangsa. Hal tersebut yang melatarbelakangi keinginan Risma mengajukan usulan ke DPR. “Kenakalan remaja turun dan prestasi anak-anak (pelajar, Red) meningkat,”ungkapnya.


Untuk memenuhi hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, sudah menyiapkan dana. Ditafsir, dana yang dibutuhkan untuk mencapai hal tersebut milyaran rupiah. Meskipun begitu, Risma menilai, dana yang dikeluarkan, tidak sebanding dengan apa yang sudah diberikan oleh para guru. 


Risma mengapresiasi kinerja guru-guru di Surabaya. Dihadapan ribuan guru dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), dirinya berterima kasih atas kerja keras para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.


“Atas nama pemerintah dan rakyat, saya ucapkan terimakasih kepada seluruh guru,” ambah Wali Kota perempuan pertama di Surabaya. 


Risma meminta para guru untuk tetap melanjutkan kerja kerasnya. Dirinya percaya, dengan kerja keras para guru, akan muncul anak-anak dari Kota Pahlawan yang berprestasi, baik di bidang akademik, maupun non akademik.


“Mari kita kerja keras semua. Dengan begitu kita bisa berprestasi, bukan hanya tingkat Surabaya dan Indonesia, melainkan berprestasi di tingkat dunia,”ujar Risma 


Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya yang juga hadir dalam acara tersebut, Ikhsan menambahkan, bahwa guru di tingkat Kota Surabaya, juga banyak yang berprestasi.


Prestasi yang diperoleh bukan hanya di bidang akademik, juga di non akademik, seperti, olahraga, kesenian, dan lain-lain. Meskipun begitu, dengan prestasi tersebut, guru tidak boleh jumawa. Karena dapat membuat mereka terlena.


“Sebagaimana pesan bu Wali Kota Surabaya yang sering disampaikan, rasa puas bisa membuat kita terlena dan berhenti berfikir,” tandasnya.


Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Martadi menyoroti beberapa aspek yang perlu di tingkatkan, agar kinerja guru semakin baik dan sejahterah terutama di Kota Surabaya. Menurutnyadi Surabaya pada saat ini, kondisi guru secara umum di banding dengan kota lainnya relatif lebih baik.


Baiknya kondisi guru itu dapat dilihat beberapa indikator seperti meningkatnya kesejahteraan gaji guru tidak tetap (GTT) yang sudah di setarakan dengan Upah Minum Kota/Kabupaten (UMK). “Di Surabaya GTT sudah UMK 3,6 juta per bulan. Kalau di daerah lain jauh dari itu, GTT di gaji hanya Rp 250 per bulan,” ujar Martadi. (mus/gin)

Editor : Administrator
#tri rismaharini #hari guru