Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Transportasi Laut sebagai Antisipasi jika Jembatan Suramadu Terganggu

Administrator • Jumat, 16 November 2018 | 23:58 WIB
Transportasi Laut sebagai Antisipasi jika Jembatan Suramadu Terganggu
Transportasi Laut sebagai Antisipasi jika Jembatan Suramadu Terganggu

SURABAYA – Anggota DPR RI Komisi V Bambang Haryo Soekartono memanfaatkan secara maksimal masa resesnya untuk melakukan kunjungan kerja (kunker) ke perusahaan pelayaran di wilayah Surabaya. Hal ini sesuai dengan daerah pemilihannya di Jawa Timur I.


Usai mengunjungi Kantor Pelayaran Rakyat (Pelra) di Perak, politisi dari Partai Gerindra tersebut kembali melanjutkan kunjungannya ke PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya.


Dalam kunker yang ditemui langsung oleh General Manager PT ASDP  Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya Rudy B. Hanafiah, Bambang Haryo kembali menyorot pernyataan Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang mengatakan jika penggratisan biaya melintas di Jembatan Suramadu akan membuat transportasi penyeberangan kapal feri Ujung-Kamal dan sebaliknya terancam tutup.


Menurut dia, meski lonjakan penumpang tak seramai dulu, namun moda transportasi laut beserta dermaganya tersebut harus tetap dihidupkan demi menjadi penyangga jika suatu ketika ada kendala pada Jembatan Suramadu.


“Saya rasa angkutan feri masih sangat penting. Kapal-kapal dapat dimanfaatkan sebagai backup bila Suramadu ada kendala. Entah kendalanya itu karena bencana alam ataupun kerusakan-kerusakan lainnya. Lagipula selama ini kapal feri milik ASDP meng-cover transportasi Madura di wilayah barat sampai selatan,” ungkapnya, Kamis (15/11).


Meski di tengah polemik ancaman penutupan pelabuhan, Bambang Haryo menegaskan jika PT ASDP Cabang Surabaya tetap harus menyediakan infrastruktur dermaga sekaligus kapal.


“Selain melayani keberangkatan penumpang sesuai jadwal, hadirnya dermaga dan kapal juga sebagai antisipasi jika Suramadu mungkin tidak beroperasi,” tegasnya. 


Selain menginginkan dermaga beroperasi seperti biasa, Bambang tidak ingin kapal-kapal feri milik PT ASDP Cabang Surabaya dipindahkan.


Menurutnya, nilai kerugian senilai dua miliar per kapal dapat diminimalisir dengan subsidi baik dari pemerintah pusat atau pemerintah provinsi.


“Subsidi sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap industri jasa angkutan penyeberangan,” tuturnya.


Bambang juga menyebut, difungsikannya kapal sebagai wisata bahari menjadi salah satu upaya revitalisasi sekaligus menambah pemasukan untuk nantinya dapat dipergunakan sebagai dana operasional kapal.


Sementara itu, Rudy B. Hanafiah mengungkapkan bahwa sebagai kota terbesar kedua dimana pasokan barang masuk maupun keluar sangat melimpah, pihaknya optimistis dermaga-dermaga akan kembali beroperasi seperti biasa.


“Apalagi saat ini kami sudah memasukkan proposal pengembangan satu dermaga yang sudah rusak menjadi dermaga long distance yang mana profit dari situ dapat dipergunakan untuk menutup kerugian,” jelasnya.


Saat ini PT ASDP Cabang Surabaya memiliki dua dermaga dengan kapasitas muat hingga empat kapal.


Bambang Haryo berjanji akan terus berupaya mendorong pemerintah untuk memberikan subsidi operasional bagi eksistensi perlintasan Ujung-Kamal. (rul/jay)

Editor : Administrator
#suramadu