Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jelang Puasa, Pemkot Jamin Stok Bahan Pokok Aman

Administrator • Selasa, 8 Mei 2018 | 23:47 WIB
Jelang Puasa, Pemkot Jamin Stok Bahan Pokok Aman
Jelang Puasa, Pemkot Jamin Stok Bahan Pokok Aman



SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjamin ketersedian bahan pokok di antaranya beras jelang puasa hingga lebaran tetap aman. Kebutuhan beras selama satu bulan yang mencapai 17 ribu ton masih akan terpenuhi dengan stok beras melimpah yang saat ini ada hingga 37 ribu ton.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Joestamadji mengatakan, saat ini masyarakat tidak perlu gelisah dengan tidak adanya ketersediaan stok bahan makanan, terutama beras. Pihaknya sudah melakukan pendataan terkait kebutuhan stok beras selama sebulan. “Meski meningkat tetapi tidak signifikan,” katanya, Senin (7/5).


Dia mengungkapkan, bersama dengan Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS), pihaknya telah mendata sejumlah harga bahan pokok yang masih stabil. Adanya stok beras melimpah membuat harganya akan tetap stabil hingga lebaran nanti. “Kami sudah pantau di sejumlah pasar, termasuk kualitas beras yang tetap terjamin,” terangnya.


Untuk tetap menstabilkan harga beras dan bahan pokok lain, pemkot juga akan melaksanakan operasi pasar di 62 titik di 31 kecamatan. Operasi pasar tersebut untuk menyasar masyarakat miskin yang membutuhkan bahan pokok dengan harga terjangkau.


Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surabaya Wiwiek Widayati menambahkan, dalam operasi pasar tersebut nantinya juga akan menggandeng PDPS maupun Rumah Potong Hewan (RPH) untuk menstabilkan harga daging. Harapannya bahan pokok di Surabaya tetap terpantau dengan harga stabil. “Jika pun ada kenaikan harga itu wajar, tetapi tidak meroket,” terangnya.


Dia mengungkapkan, kebutuhan daging sapi untuk sebulan mencapai 941 ribu kilo dan daging ayam 151 ribu kilo. Jumlah tersebut juga telah dikoordinasikan dengan RPH dan PDPS terkait jumlah daging yang akan diperdagangkan jelang puasa hingga lebaran. “Daging harganya biasanya langsung naik, tapi sekarang masih tetap stabil,” ujarnya.


Sebelumnya, Disdag sejak Januari 2018 telah melaksanakan 300 kali operasi pasar di sejumlah kawasan. Karena itu dengan data yang ada maka Disdag sudah mengetahui titik-titik mana yang membutuhkan program operasi pasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. (vga/nur)

Editor : Administrator
#ramadan