Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Setelah Serbuan Ulat Bulu, Temuan Ular Phyton Gegerkan Warga Surabaya

Administrator • Kamis, 22 Maret 2018 | 01:16 WIB
Setelah Serbuan Ulat Bulu, Temuan Ular Phyton Gegerkan Warga Surabaya
Setelah Serbuan Ulat Bulu, Temuan Ular Phyton Gegerkan Warga Surabaya

SURABAYA – Tak hanya ulat bulu yang membuat warga geger. Beberapa penemuan satwa liar seperti temuan ular phyton juga membuat masyarakat was-was. 


Seperti penemuan ular Phyton di Jalan Embong Kenongo, Embong Kaliasing, Genteng pada Minggu (18/2). Saat ini hewan melata tersebut telah diserahkan ke Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS).  


Awalnya, ada laporan warga mengenai ular tersebut segera di evakuasi ke KBS, dengan dibantu Linmas, Polsek Genteng, dan beberapa relawan Surabaya. Penemuan tersebut berlokasi di depan rumah Jalan Kenongo nomor 43, milik salah satu warga.


Humas PDTS KBS Winny Hustiani membenarkan penyerahan evakuasi ular Phyton bernama latin Python reticulates tersebut. Dimana pada pukul 02.15 WIB Minggu (18/3) ular temuan warga itu di bawa oleh Linmas dan Relawan Surabaya dan diserahkan pada security KBS.


Setelah itu pihak security KBS membawa ular tersebut ke tempat balai karantina hewan. Saat itu kondisi ular Phyton yang di temukan oleh warga dalam kondisi stress berat. 


Winny mengatakan ada beberapa kemungkinan yang membuat ular tersebut stress. Diantaranya adalah, saat proses evakuasi mengalami cidera pada bagian tubuh ular, juga karena adanya paksaan oleh warga saat mengevakuasi. Dan bisa juga dikarenakan ular tersebut tersesat sehingga mengalami kebingungan hingga akhirnya stres.


“Ular tersebut saat ini masih dalam perawatan di Balai Karantina, tapi alhamdulillah kondisinya sudah semakin membaik. Untuk proses karantina ini butuh banyak waktu untuk menghilangkan stresnya,” kata Winny.


Pihak PDTS KBS saat ini masih menunggu hasil dari perkembangan ular tersebut. Pada saat berlangsungnya proses karantina petugas melakukan pendekatan secara  mendalam agar ular tersebut bisa dijinakkan kembali.


Winny menambahkan, kemunculan ular tersebut ada beberapa kemungkinan. “Bisa jadi pengaruh cuaca, atau ada kemungkinan dia merasa tidak nyaman di tempat lain dan kemudian bisa juga di karenakan saat berburu makanan waktu itu ia tersesat,” imbuh Winny.


 Sedangkan Head Keeper Reptile Kebun Binatang Surabaya, sekaligus dokter hewan yang menangani jenis reptile, Glen Kartiko mengatakan, saat ini pihaknya bersama timnya masih memantau langsung bagaimana perkembangan python reticulates temuan warga tersebut. 


Disebutkan, ular ini masih menjalani karantina dahulu, minimal selama dua Minggu. Selama itu masih dalam pemantauan, dan belum diketahui berat dan panjang Phyton tersebut.


“Karena masih proses karantina tidak boleh di sentuh manusia. Mungkin setelah itu kami bisa memeriksa ukuran, jenis kelamin, dan beratnya, sesudah itu mungkin mulai di letakkan di kandang peraga,” pungkasnya. (gin/rud)


Editor : Administrator