Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Masjid Dibongkar, Pembangunan Gedung DPRD Siap Dilakukan

Administrator • Selasa, 24 Oktober 2017 | 13:30 WIB
Masjid Dibongkar, Pembangunan Gedung DPRD Siap Dilakukan
Masjid Dibongkar, Pembangunan Gedung DPRD Siap Dilakukan

SURABAYA- Pembangunan gedung DPRD Kota Surabaya tampaknya mulai dilakukan. Pasalnya, masjid di kompleks Balai Pemuda mulai dibongkar, Senin (23/10). Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK)Eri Cahyadi mengatakan, gedung baru DPRD Kota Surabaya dibangun persis di area yang saat ini masjid DPRD Kota Surabaya dengan tujuh lantai. Anggaran gedung baru ini pun tak sedikit, yakni mencapai Rp 59 miliar dengan konsep pembangunan multiyears. Untuk tahun ini saja sudah dianggarkan sebesar Rp 14 milliar.


Maka dari itu, setelah ada pemenang perencana, pihaknya menyampaikan ke kalangan dewan tentang desainnya. Saat ini pun pemkot sudah mulai melakukan lelang untuk proyek pembangunan ini. "Sekarang sudah tahu semuanya,” ujarnya.


Pada bagian bawah masih tetap akan difungsikan sebagai masjid yang sudah ada sekarang ini. Sedangkan bagian atasnya ada ruang pertemuan, lantas pada bagian atasnya lagi dapat digunakan untuk ruang komisi-komisi. "Yang jelas masih ada perubahan-perubahan lagi," tandasnya.


Eri juga menyebutkan, pada ruang antara gedung dewan dan masjid akan difungsikan sebagai tempat terbuka seperti zaman dahulu saat masa kolonial Belanda. Namun, di area tersebut akan dilengkapi dengan kursi dan air mancur. “Jadi kita kembalikan posisinya seperti dahulu,” kata Eri.


Sementara untuk area parkir, akan tersedia di bagian bawah. Yang artinya parkir bisa dilakukan di basement gedung balai pemuda. Malahan, gedung baru ini bisa saja ditambahkan basement untuk area khusus parkir. Sampai saat ini desain terus dirancang oleh pihak pemkot, tim ahli dan tim cagar budaya.


Tetapi pembongkaran masjid ini dipandang oleh Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Darmawan tidak solutif. Betapa tidak, dengan dibongkarnya masjid secara otomatis orang-orang disekitar kompleks Balai Pemuda tidak bisa melakukan ibadah salat. Terlebih, disekitar komplek mayoritas orang beragama Islam alias muslim.


Saat Radar Surabaya memantau di lapangan, memang pembongkaran sudah dilakukan menyeluruh. Sehingga tidak dapat dilakukan ibadah salat lagi. Darmawan pun mengatakan, kalau pembangunan sudah dimulai, Pemkot Surabaya harusnya memberikan pengganti. Artinya ada ruangan yang dapat dipakai untuk kegiatan ibadah sekitar. 


"Kan Masjid termasuk salah satunya yang dibenahi dan renovasi. Kalau begitu ya harusnya ada ruangan mana disedikan sebagai pengganti beribadah. Sambil nunggu selesai," ujar Darmawan.


Aden sapaan akrab Darmawan menyampaikan, terkait desain pembangunan gedung DPRD yang baru ia tidak tahu menahu. Ia mengakui sampai sekarang pihak pemkot belum ada pembicaraan desainnya seperti apa, fungsi ruangannya apa saja dengan DPRD Kota Surabaya. Yang ada hanyalah pembicaraan terkait anggaran.


"Untuk progres pembangunan belum tahu sampai lantai berapa dan penggunannya untuk apa. Belum ada pembahasan, tidak pernah dikasih desain oleh Dinas PU Cipta Karya," tegas Aden.

Editor : Administrator
#dprd surabaya