Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nyamannya Jadi Istri Simpanan

Administrator • Minggu, 27 Agustus 2017 | 13:00 WIB
Photo
Photo

Dulu, menjadi istri kedua, istri simpanan, selingkuhan, istri siri, teman mesum itu malu-maluin. Sekarang pemahanan itu mulai bergeser. Bahkan, ada perempuan yang malah bangga dengan posisi sebagai bukan yang pertama. Tak heran, si second girl kini makin terang-terangan saja. Bahkan, ada yang tampilannya lebih berani daripada istri pertama.


Umi Hany Akasah-Wartawan Radar Surabaya


Selama semester 1/2017 atau sejak Januari hingga Juni, total ada 4.091 kasus perceraian masuk ke Kantor Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya.  Dari jumlah total itu pula, penyebab perceraian mulai bergeser. 


Kalau tahun-tahun sebelumnya, penyebab perceraian terbanyak adalah karena persoalan ekonomi. Entah karena gaji suami kecil, istri lebih besar gajinya, atau persoalan ekonomi lainnya. 


Mulai tahun ini, alasan perceraian sudah berubah total. Persoalan ekonomi sudah tak lagi mendominasi. Yang banyak justru karena alasan adanya pihak ketiga dan tidak bertanggung jawab. Alasan karena adanya pihak ketiga sebanyak 1.087 kasus, sedangkan alasan tidak bertanggung jawab sebanyak 948 kasus. Angka itu naik sekitar 5 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya (Januari-Juni 2016). 


Sementara perceraian karena alasan ekonomi hanya 830 orang saja yang mengajukannya. Begitupula kasus poligami yang tahun sebelumnya masih 5, di semester pertama ini menjadi 7 proses poligami. Untuk kasus lainnya, yakni cemburu 527 kasus, krisis aklak 505 kasus,dan kekejaman mental sebesar 291 kasus.


Uniknya, Radar Surabaya juga menemukan data bahwa 40 persen penggugat maupun tergugat yang hadir di persidangan, mereka ternyata nggak malu diantar oleh Wanita Idaman Lain (WIL) maupun Pria Idaman Lain (PIL) yang bisa jadi menjadi kerikil di rumah tangga.  Tampaknya, para WIL maupun PIL sekarang makin berani saja  tunjuk badan. Padahal, dulu sering sembunyi- sembunyi karena malu ketahuan orang lain.  


Dari pengamatan Radar Surabaya, para WIL maupun PIL seringkali menunggu di depan kantor PA. Mereka menunggu pasangan mereka yang sedang mengajukan maupun mengikuti sidang gugat atau talak cerai. Mereka menunggu di warung- warung depan PA. Bahkan ada pula yang nunggu di warung di kawasan Ketintang Madya maupun Ketintang Barat.


Radar Surabaya pun menemui beberapa di antara mereka. Anita Trisetyorini, misalnya. Perempuan 34 tahun ini mengaku mengantarkan pacarnya, Ahmad Rifa’i, 40. Rupanya Ahmad Rifa’i sedang dalam proses cerai dengan pasangan sahnya.  “ Bukan karena saya (Ahmad Rifa’i menggugat cerai istrinya, Red). Istrinya itu cerewet dan menuntut banyak. Sebelum kenal saya, sudah sering bertengkar, kok,” kata Anita dengan nada membela diri.


Baca selengkapnya di edisi cetak Radar Surabaya, Minggu (27/8/2017)

Editor : Administrator