RADAR SURABAYA - Pernikahan yang seharusnya menjadi awal kehidupan indah justru berubah menjadi kisah penuh luka bagi Karin, 26, warga Surabaya.
Sejak menikah dengan Donwori, 28, pada Juli 2023, hidupnya dipenuhi kekecewaan dan rasa tertipu oleh orang yang seharusnya menjadi pasangan hidup.
Pasangan muda ini sempat menetap di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tenggilis. Namun, keharmonisan rumah tangga tak pernah benar-benar dirasakan Karin. Sejak awal pernikahan, Donwori tidak pernah memberi nafkah. Sebaliknya, seluruh beban finansial justru ditanggung Karin seorang diri.
“Saya merasa ditipu. Dari awal pernikahan, saya yang membiayai semuanya, mulai kebutuhan sehari-hari sampai melunasi hutang-hutang dia,” ungkap Karin.
Tak berhenti di situ, Donwori bahkan diketahui pernah menggadaikan motor hingga tiga kali. Karin juga baru menyadari bahwa mahar berupa kalung emas yang dijanjikan saat akad nikah ternyata tidak pernah ada.
Selama hampir satu tahun ia menunggu penjelasan dari Donwori maupun keluarganya, namun tak kunjung ada kejelasan.
“Mas kawin yang dijanjikan itu ternyata tidak pernah ada. Saya terus bertanya-tanya, tapi tidak pernah dijawab,” tambahnya.
Hingga akhirnya pada Desember 2024, Donwori mengakui bahwa ia memang tidak pernah menyiapkan mahar tersebut. Puncaknya, rumah tangga mereka benar-benar runtuh. Keduanya memutuskan berpisah rumah sejak Januari 2025.
“Saya merasa benar-benar dipermainkan,” pungkas Karin. (*/vga)