Tidak sedikit manusia yang tak pernah merasa cukup. Hidup bahagia 20 tahun, dikarunia rezeki dan anak yang baik, eh malah menyimpan bara.
TIM Wartawan Radar Surabaya
Entah apa kesalahan Karin, 45, ini. Sudah berusaha menjadi istri yang baik, masih saja dikhianati Donwori, 46.
Padahal Karin sudah melahirkan dua anak hasil pernikahannya selama 20 tahun dengan Donwori.
Yang sulung sudah semester 4, sedangkan yang bungsu baru mau kuliah.
Dua-duanya kuliah di kampus negeri, yang jelas bikin bangga orang tua.
Tapi di tengah kebanggaan itu, hati Karin berkecamuk tiada henti. Karena suaminya ketahuan main serong.
Wanita asal Bondowoso ini bercerita, awal mula menikah 2003 silam.
Semula rumah tangganya baik-baik saja. Cukup harmonis dan berjalan manis.
Puluhan tahun membina biduk rumah tangga membuat Karin cukup bahagia.
"Ya sudah 20 tahun berjalan awalnya bahagia-bahagia saja. Tinggal menjalani hidup dan membesarkan anak saja. Tapi kok ya badai itu ada saja," katanya.
Sakit hati Karin rupanya bukan tanpa alasan. Sebab selama ini Karin merasa tak pernah berbuat macam-macam dengan Donwori.
Kelakuan Donwori sampai menikah dengan wanita lain membuat Karin merasa dikhianati.
Merasa sudah tak kuat menahan kecewa, Karin pun berembuk dengan keluarga.
Hasil rapat bersama itu menghasilkan rekomendasi, agar Karin pisah saja. Karin yang mendapat dukungan keluarga pun segera pergi ke Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya.
Karin mengajukan gugatan cerai untuk Donwori. Usai beberapa kali sidang, gugatan Karin pun dikabulkan.
"Lega rasanya. Merasa sakit hati saya mulai terobati. Sudah enggak tahan lagi dimadu," bebernya. (*/opi)
Editor : Nofilawati Anisa