Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Suami Temperamental, Kalau Marah Kayak Orang Kesurupan

Nofilawati Anisa • Rabu, 10 Juli 2024 | 21:38 WIB
Ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono
Ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono

Pernikahan adalah memadukan dua pribadi yang tidak sama, bahkan ada yang saling bertolak belakang. Yang bisa menyesuaikan diri akan bertahan, yang tidak akhirnya memilih berpisah.

TIM Wartawan Radar Surabaya

Karin, 35, menikah dengan Donwori, 37, sudah delapan tahun. Keduanya juga telah dikaruniai dua orang anak. Yang sulung, perempuan, umur 7 tahun sekarang kelas 2 SD. Yang bungsu masih umur empat tahun.

Semenjak kenal, Karin menyebut jika Donwori memang memiliki sikap keras. Donwori juga temperamen. “Namun nggak sampai yang main tangan dan membentak. Hanya bicaranya memang keras dan agak kasar,” ungkapnya.

Namun setelah menikah, sikap Donwori bukannya malah semakin baik tapi sebaliknya. Pria kelahiran Sampang, Madura, itu semakin suka bertindak arogan. Donwori juga kian temperamen.

“Kalau saya kurang baik melayani, Mas Wori kadang mukul. Sampai dilihat oleh anak-anak. Marahnya jadi kayak orang kesurupan,” curhat Karin ditemui di Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya belum lama ini.

Karin sudah berusaha sabar dan menasihati suaminya dengan cara baik, tetapi selalu gagal. Bahkan Donwori pernah mengusir Karin supaya tidak kembali lagi ke rumah. “Wong diingatkan kok malah saya yang diusir dari rumah. Katanya saya ini terlalu cerewet jadi istri,” curhatnya.

Karin menceritakan, pernah suatu saat ia pergi tapi tidak izin Donwori. Sementara dua anaknya ia titipkan ke mertua. Masalah itu membuat Donwori murka. Karin tak diizinkan pulang ke rumah.

Bahkan, Donwori sempat mengucap talak kepada Karin. “Karena buru-buru ada urusan dengan teman, saya keluar rumah tapi nggak pamit. Cuman gitu aja, tapi marahnya luar biasa,” ungkapnya.

Selain itu, masalah mengurus anak juga sempat jadi perdebatan keluarga kecilnya. “Saat itu anak saya minta uang jajan. Bukannya diberi, malah dimarahi sampai banting barang. Kan anak kecil nggak tahu apa-apa, kok malah dimarahi,” ujarnya.

Semenjak itu, Karin memilih pergi dari rumah. Dia membawa kedua anaknya untuk dia asuh sendiri. Semenjak Karin pulang ke rumah orang tuanya, ia tak lagi diberi nafkah oleh Donwori.

“Karena suami saya juga tidak ada itikad baik untuk memperbaiki diri, ya saya memutuskan untuk cerai saja,” pungkas Karin. (*/opi)

Editor : Jay Wijayanto
#iso ae #perceraian #Balada Rumah Tangga #selingkuh #Donwori #Karin