Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Suami Penyuka Gudeg, Istri Hobi Penyetan Pedes

Nofilawati Anisa • Kamis, 28 Desember 2023 | 13:39 WIB
Ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono.
Ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono.

Hidup berumah tangga memang gampang-gampang susah. Ada yang gampang nikahnya tapi susah nafkahnya. Ada pula yang gampang nafkahnya tapi susah merawatnya.

TIM Wartawan Radar Surabaya

BIDUK rumah tangga Karin, 34, dan Donwori, 39, yang sudah berjalan delapan tahun akhirnya bubar juga. Padahal ekonomi keduanya termasuk mapan. Tak pernah kekurangan, apalagi sampai kelaparan. Tapi karena Donwori susah merawat rumah tangganya, Karin akhirnya tak betah juga.

Sejak awal menikah, Donwori termasuk suami yang rewel. Karin dan Donwori tak pernah sepaham dalam urusan rumah tangga. Urusan perdapuran misalnya, masakan Karin tak pernah cocok di lidah Donwori.

Donwori yang asli Pemalang, menyukai makanan yang manis-manis dan emoh sama yang pedes-pedes. Karin yang asli Ketintang, Surabaya, justru sebaliknya. Menyukai makanan pedas, mblokek, sama yang manis-manis seperti gudeg. Penyetan mak yeye atau sego sambel Kertajaya adalah makanan favoritnya.

”Awal-awal menikah, saya masih maklum Mas. Mungkin memang saya perlu adaptasi terhadap kesukaan dia. Ya saya banyak belajar apa pun demi suami,” Karin bercerita.

Soal mengurus anak juga tak pernah sefrekuensi. Karin menginginkan agar pendidikan sang anak diperhatikan lebih. Sementara Donwori ingin agar anaknya berkembang sesuai keinginannya. Asal sudah sekolah dan tak menghambat hobinya.

”Ribet pokoknya Mas. Kalau belajarnya dinomorduakan dari belajar musiknya, mau jadi apa nanti. Padahal belajar di sekolah penting, soal hobi jangan jadi yang utama,” imbuh Karin.

Perbedaan itu akhirnya memuncak juga. Karin dan Donwori terlibat perdebatan yang luar biasa. Gegeranya Donwori bertindak semaunya soal rumah tangganya. Karin tak diberi ruang untuk terlibat mengatur rumah tangganya.

Donwori merasa Karin tak pernah bisa memahami kemauannya. Sementara Karin merasa jika Donwori sudah tak lagi bisa menjadi suami yang bisa diajak urun rembuk bersama.

Karin yang merasa kesal akhirnya memilih berpisah saja. Karin memutuskan pergi ke Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya mengajukan gugatannya. ”Laki-laki kok susah rawatannya. Ini itu salah, enggak pernah benar. Masak mau mengatur semaunya. Itu kan egois namanya,” beber Karin. (*/opi)

Editor : Jay Wijayanto
#iso ae #Balada Rumah Tangga #Donwori #Karin