TIM Wartawan Radar Surabaya
DI ruang tunggu kantor pengacara awal pekan lalu, Donwori mengungkapkan kekesalannya. Urusan perceraian yang sudah separuh jalan ini terpaksa harus ia tarik kembali. Semua ia lakukan demi anak. "Anak mbarepku minta aku balikan sama mamanya, sampai ngancem-ngancem bunuh diri kalau gak dituruti. Lak aku wedi," curhat Donwori sedikit bersungut-sungut.
Donwori dan Karin sudah menikah 17 tahun. Sudah punya anak. Yang mbarep usianya 15 tahun, kalau yang bungsu masih TK 0 besar.
Sebenarnya sejak awal perceraian itu tak direstui oleh kedua anak Donwori. Namun karena ditahan-tahan juga tetap tak tahan, akhirnya terjadilah gugatan perceraian itu. Donwori bahkan rela sewa pengacara agar prosesnya berjalan cepat.
Namun di tengah jalan, proses gugatan perceraian itu harus terhenti. Anak kedua Donwori, yang masih TK, menunjukkan perubahan perilaku. Yang dulunya ceria, berubah jadi pemurung. Dan jika ada hal yang tak sesuai keinginan, si anak jadi sering marah-marah.
"Kalau malam aku sampek pusing, nangis terus nggoleki Mamae," jelas pria 40 tahun itu.
Bahkan belakangan, si anak keduanya ini tak mau sekolah. Kalau kata saudara-saudara Donwori, anak ini kangen dengan mamanya.
Menangkap tanda tanya yang tergambar jelas di wajah Radar Surabaya, Donwori buru-buru melanjutkan ceritanya. Donwori memang memaksa Karin, istrinya, agar hak asuh anak ia urus semua. Donwori tak yakin Karin bisa memberikan kehidupan layak kepada kedua anaknya. Karena bisa dikatakan, Karin hanyalah ibu rumah tangga biasa. Ia tak punya pekerjaan, juga tak memiliki pemasukan rutin bulanan.
Sempat Donwori ini mengantarkan anak bungsunya ke mamanya. Namun kejadian yang sama juga terulang. Saat malam, si anak ini menangis mencari papanya. Begitu setiap hari. Donwori bercerita, kedua anaknya memang dekat dengan papa-mamanya. Dengan porsi yang sama.
Melihat adiknya yang menderita seperti itulah yang mendorong anak pertama Donwori, Mira, 15, memaksa papanya menarik gugatan cerainya. Nah, si Mira ini anaknya agak strong. Ia pakai mengancam-ngancam segala ke orang tuanya jika benar-benar bercerai. “Ancamannya ia mau bunuh diri,” kata Donwori lirih.
Mendengar ancaman itu, Donwori jelas takut. Demikian juga Karin, juga sama takutnya. Meski sempat bimbang, akhirnya Donwori pun berdiskusi dengan Karin. Alhamdulillah, keduanya memutuskan untuk balikan.
Sebenarnya Donwori ini sudah tidak ada niatan untuk berdamai dengan Karin. Namun demi anak, ia rela mengalah. Setidaknya setelah keduanya mengerti kalau bapak ibunya sudah tak bisa bersama lagi, gugatan perceraian akan ia layangkan lagi.
Kekesalan Donwori kepada Karin hingga ingin menceraikannya, sangat beralasan. Donwori kesal maksimal ke istrinya itu. Sudah beranak dua, Karin masih suka selingkuh. Dihukum seperti apa pun Karin juga tak jera. Tak dijatah pernah, dipukul pernah, diusir dari rumah pun pernah.
Tapi Karin menter. Tetap suka selingkuh sana sini. Hingga Donwori jengkel dan menjatuhkan talak itu. "Buat apa punya istri gak bisa jaga diri, wong seperti itu kok ya lengket banget anak-anak ke mamanya," tukas pria brewokan ini kesal. (*/opi) Editor : Administrator