Umur yang semakin tua mbok yao digunakan untuk ibadah saja. Jangan kakean polah. Pakai acara selingkuh segala. Kayak masih kuat-kuato saja.
Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya
Janganlah meniru polah tingkah Donwori. Usia sudah 65 tahun, masih saja nekat selingkuh. Selingkuhannya juga sama-sama kewut. Bukannya jadi selingkuh yang menggairahkan. Namun tambah bikin masalah.
Semua bermula karena Donwori meninggalkan bekas sperma (maaf) yang mengering di celananya. Yang pada akhirnya ketahuan oleh sang istri. "Pas katene ngumbah klambine, ono nak celanane. Ya bekas sperma iku. Ngerti dewe lah sampeyan yaapa bentuke. Tak ambu-ambu ya arus," ujar Karin di sebuah kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, beberapa waktu lalu.
Sejak temuan itu, Karin mulai merangkai kejanggalan demi kejanggalan yang dilakukan oleh suaminya belakangan. Tentu diiringi dengan perasaan kesal luar biasa.
Karin pun mulai berspekulasi. Apa iya, Donwori punya wanita idaman lain. Apakah itu juga yang membuat Donwori sudah tak pernah berselera menyentuhnya? Kurang ajar sekali, pikirnya. Sudah tua, tak ingat umur pula. Dengan siapa juga. Siapa perempuan jalang yang menggoda suaminya.
Pikiran-pikiran itu, untuk beberapa waktu Karin simpan sendiri. Ia belum berani berspekulasi sebelum menemukan bukti lain. Hingga suatu saat ia menemukan kepingan bukti lain.
Sebuah tanda pembayaran booking-an hotel yang sepertinya, sengaja Donwori hilangkan dengan buru-buru, tapi caranya bodoh. "Ngilangno bukti tapi setengah-setengah. Disuweki dadi papat, ditinggal nak njero mobil, tak sambung maneh ya sik ketok," lanjut Karin.
Setelah menemukan bukti kedua, Karin yang semakin kesal mencoba menghubungi hotel. Memastikan apakah suaminya benar menginap. Dan rupanya, benar. Donwori pernah check in di tanggal yang tertera persis pada struk.
Sudah menemukan bukti untuk menyerang Donwori, Karin pun mulai menjalankan perannya sebagai istri yang sesungguhnya. Menginterogasi suami yang terindikasi selingkuh. Atas desakan dan desakannya, di sini, Donwori mau mengungkapkan kronologi perselingkuhannya.
Rupanya, selingkuhan Donwori adalah seorang teman lama. Namanya teman lama, otomatis usianya sepantaran. Nah inilah yang menimbulkan masalahnya.
Jadi, layaknya pasangan perselingkuhan yang check in, tujuan Donwori dan Sephia-nya adalah untuk menyalurkan hasrat terlarang. Ndilalah, karena sama-sama tua, usahanya tidak berhasil.
Kata Donwori, jalan itunya Sephia sudah terlalu lengket, sementara senjatanya Donwori sudah tidak sekuat yang dulu. Walhasil, upaya mereka memadu kasih gagal. Donwori yang kecewa pun langsung pakai celana. Dan, spermanya (maaf) keluar di sana.
Penjelasan gamblang Donwori tentu saja membuat Karin ingin pingsan. Nalarnya tidak bisa mencerna dua orang yang sudah uzur berani-beraninya main serong. Antara kecewa dan jijik dengan kelakuan suami sendiri, Karin akhirnya minta cerai. "Yo cek diterus-terusno kono. Kate njajal ping sewuo yo ra bakal berhasil. Gendakane wis kisut kabeh tetep ae dipekso," pungkas Karin, kesal. (*/opi)
Editor : Administrator