TIM Wartawan Radar Surabaya
Keputusan Donwori untuk bercerai diakuinya bukan semata grusa-grusu. Laki-laki 33 tahun itu sudah mempertimbangkan matang-matang pilihannya. Bahkan sudah bolak-balik istikharah. Juga sudah melakukan diskusi panjang dengan Karin. Keputusan akhirnya, Karin merelakan Donwori mencari yang lain.
Lampu hijau dari Karin ini tentu saja tidak ia sia-siakan. Ya, siapa juga laki-laki yang tahan jadi jablay karena punya pasangan sah tapi istrinya enggan disentuh. “Kan bikin makan ati terus,” sambat Donwori.
"Kita damai, urusan anak juga biar dia yang bawa. Pokoknya kan aku bertanggung jawab, tetap ngirimi dia (jatah bulanan, Red)," lanjut Donwori suatu sore di kantor pengacara tak jauh dari Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya.
Sampai proses perceraian diurus pun, Donwori juga tak mengerti mengapa Karin jadi jual mahal. Seingatnya, setahun terakhir, ia menyentuh Karin beberapa kali saja. Itu pun bisa dihitung pakai jari dan karena ia "memaksa".
Tak terhitung berapa kali juga Donwori meminta penjelasan, namun tak pernah mendapatkan jawaban. Malah lebih sering ia didiamkan berhari-hari karena memaksa untuk tahu.
Saat bercerita, raut wajah kesal Donwori tak bisa ditutupi. Bahkan, mungkin saking sudah semremet, ia membongkar keanehan Karin yang lain. "Selama empat tahun menikah, Karin juga gak pernah mau disentuh (maaf) payudaranya. Ya cuman bisa melihat saja. Gak tahu kenapa," celetuknya santai.
Donwori pun melanjutkan ceritanya dengan berbagai spekulasi. Awalnya, ia menduga istrinya pasang susuk. Namun tuduhan itu kemudian mengerucut bahwa Karin pakai silikon di payudaranya. Tuduhan kedua ini menurut Donwori lebih masuk akal. "Ya kayak di film-film itu. Takut bentuknya berubah. Makanya gak boleh dipegang," lanjut bapak satu anak.
Namun dengan alasan apa pun yang Donwori tak tahu, bahwa payudara Karin memang seeksklusif itu hingga tak boleh disentuh adalah nyata adanya. Bahkan hingga urusan cerainya hampir final ia tak tahu penyebabnya. Apakah susuk? Atau silikon? (*/opi) Editor : Administrator