Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Remehkan Suami, Tak Mau Disuruh, gara-gara Gaji Lebih Besar

Administrator • Rabu, 27 November 2019 | 11:00 WIB
Remehkan Suami gara-gara Gaji Lebih Besar
Remehkan Suami gara-gara Gaji Lebih Besar

Anda pasti sebal jika diselingkuhi suami. Tanpa disadari kalau sebenarnya, Anda sendiri yang menyebabkan suami selingkuh. Kisah Donwori, 34, bisa jadi pembelajaran. Terlepas benar atau salah keputusannya.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Perselingkuhan membuat bahtera rumah tangga Donwori karam. Ia digugat cerai Karin, 33, gara-gara perselingkuhan yang ia lakukan terbongkar. Meski begitu, ia sama sekali tak panik. Karena baginya, perceraian adalah jalan terbaik untuk lepas dari perasaan jengah dan tertekan, oleh kelakuan Karin.

Donwori mengatakan, ia tidak pernah diperlakukan layaknya suami oleh Karin. Layak di sini maksudnya adalah dihormati, didengarkan kata-katanya, disimpan aibnya juga dijunjung tinggi nama baiknya. Dan perlakuan-perlakuan buruk itu tak ia terima gara-gara gajinya, tak lebih banyak ketimbang Karin.

Di awal menikah, Karin memang tidak kerja. Namun setelah sembilan tahun menikah, Karin mulai membuka usaha katering kecil-kecilan di rumah. Tak disangka, bagai sulapan, usahanya langsung melambung. Ia punya banyak pelanggan tetap. Pemasukan pun naik setiap harinya. Hingga pemasukan dari katering ini, mengalahkan gaji Donwori. "Wes mulai angkuhe metu. Tambah males nyandak liyane. Umbah-umbah, resik-resik wes gak butuh. Butuhe mung masak," ujarnya.

Kalau untuk urusan di atas saja, sebenarnya Donwori masih bisa toleransi. Ia tahu, pekerjaan Karin yang semua dilakukan sendiri memang menguras tenaga. Ia pun sesekali inisiatif untuk membantu membereskan rumah sepulang kerja. Cuci piring, baju dan menyapu pun ia lakukan jika sedang tak payah.

Namun yang membuatnya tak tahan adalah perlakuan Karin yang mulai berubah angkuh. Merasa lebih dominan secara ekonomi, Donwori diperlakukan seenaknya. Meskipun unnoficial alias tidak resmi, tugas beberes rumah pada akhirnya jatuh di tangannya. "Lek omahe amburadul, mesti disalahno aku, awale niat mbantu, saiki dibudakno mesisan," Ujarnya kesal, di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, kemarin (25/11).

Tak hanya itu, Karin juga semakin semena-mena. Bicaranya keras. Kalau Donwori tidak membersihkan rumah seperti yang diinginkan Karin misalnya, ia akan diteriaki kencang-kencang.

Yang melukai harga dirinya, Karin punya ingatan yang sangat bagus. Sudah mengoreksi salahnya Donwori sebulan yang lalu, ia tidak akan segan mengomelinya lagi bulan berikutnya. Dilakukan di depan saudara, teman juga tetangga.

Terkadang aib-aib Donwori yang seharusnya ia pendam rapat, juga ia umbar ke semua orang. Sebagai bahan lelucon. Yang pastinya sangat tidak lucu bagi Donwori sendiri. "Trimakno sikatan gak resik ngono atek diceritak-ceritakne, aib bojo kudune didelekno, gak !!! Iki diumbar ae," lanjutnya kesal.

Belum ketika Donwori dibanding-bandingkan dengan suami orang lain. Yang kerap diabseni Karin. Suami temannya yang jadi PNS bergaji tinggi lah. Yang mantannya sukses bisnis lah. Yang teman-temannya jalan-lajan terus. Lalu ngejlokno atine Donwori yang kerjaannya begitu-begitu saja. Yang tak mampu mengajak jalan-jalanlah. "Rasane aku gak pernah yo dianggep bojo. Opo ya, dianggep babu paling," celetuknya.

Kekesalan demi kekesalan yang menumpuk pada akhirnya membuat Donwori cari hiburan lain. Dengan selingkuh itu tadi. Ia cari pelipur lara pada wanita lain. Yang bisa membesarkan hatinya. Membuatnya merasa dianggap sebagai laki-laki gentlement.

Makanya oh makanya, bijaklah ibu-ibu dalam bersikap kepada suami. Janganlah semena -mena meski suami Anda banyak kekurangan. Mau berakhir diselingkuhi seperti yang dilakukan Donwori? (*/opi)

Editor : Administrator
#iso ae #Donjuan #Balada Rumah Tangga #Donwori #Karin