Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Liverpool Catat Pendapatan Rp14,06 Triliun pada Musim Juara Liga Inggris 2024–2025

Rahmat Adhy Kurniawan • Jumat, 27 Februari 2026 | 17:28 WIB

Photo
Photo

RADAR SURABAYA - Liverpool FC resmi merilis laporan keuangan tahunan untuk periode yang berakhir pada 31 Mei 2025, bertepatan dengan keberhasilan klub meraih gelar Liga Inggris ke-20 sepanjang sejarah.

Dalam laporan tersebut, Liverpool membukukan pendapatan rekor lebih dari 700 juta poundsterling atau sekitar Rp14,06 triliun.

Klub juga tercatat sebagai tim dengan peringkat tertinggi di Liga Inggris versi Deloitte Football Money League.

Rincian Pendapatan Liverpool

Total pendapatan Liverpool pada musim 2024–2025 mencapai 703 juta poundsterling atau sekitar Rp14,06 triliun, naik 89 juta poundsterling (Rp1,78 triliun) dibandingkan musim sebelumnya.

Berikut rinciannya:

Pendapatan media: 264 juta poundsterling (sekitar Rp5,28 triliun) — naik Rp1,2 triliun.

Pendapatan hari pertandingan: 116 juta poundsterling (sekitar Rp2,32 triliun) — naik Rp280 miliar.

Pendapatan komersial: 323 juta poundsterling (sekitar Rp6,46 triliun) — naik Rp300 miliar.

Sementara itu, laba bersih setelah pajak tercatat sebesar 8 juta poundsterling atau sekitar Rp160 miliar.

Kenaikan Biaya Operasional Jadi Tantangan

Di sisi lain, biaya administrasi meningkat menjadi 657 juta poundsterling (sekitar Rp13,14 triliun), naik Rp1,14 triliun dari periode sebelumnya.

Biaya staf juga mengalami lonjakan menjadi 428 juta poundsterling atau sekitar Rp8,56 triliun, naik Rp840 miliar.

Kenaikan ini dipengaruhi oleh peningkatan investasi pada skuad dan struktur organisasi klub.

Meski biaya meningkat signifikan, Liverpool tetap mampu membukukan laba positif, menunjukkan manajemen finansial yang relatif stabil.

Faktor Pendorong Lonjakan Pendapatan

Kenaikan pendapatan media didorong keberhasilan tim menembus babak 16 besar Liga Champions, lebih baik dibanding musim sebelumnya yang hanya mencapai perempat final Liga Europa.

Musim ini juga menjadi periode penuh pertama beroperasinya tribun baru Anfield Road Stand, yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan hari pertandingan.

Dari sektor komersial, Liverpool mencatat pertumbuhan kuat melalui kerja sama global dan aktivitas non-pertandingan.

Konser di Anfield yang menghadirkan bintang dunia seperti Taylor Swift dan P!NK ikut mendongkrak pemasukan.

Klub juga memperpanjang kontrak jangka panjang dengan Carlsberg selama 10 tahun, memperpanjang kemitraan yang telah terjalin selama 42 tahun.

Dominasi Digital dan Basis Penggemar Global

Liverpool kembali dinobatkan sebagai klub Liga Inggris dengan tingkat interaksi media sosial tertinggi, mencatat 1,7 miliar engagement sepanjang musim.

Menurut Nielsen, klub ini menjadi yang paling banyak ditonton secara global pada musim 2024–2025 dengan total audiens televisi kumulatif mencapai 588 juta penonton.

Situs resmi klub mencatat 87 juta kunjungan sepanjang musim, sementara total pengikut media sosial melampaui 200 juta akun di berbagai platform.

Kontribusi Sosial Capai Rp1,6 Triliun

Melalui LFC Foundation, klub memberikan dampak sosial signifikan. Yayasan tersebut menciptakan nilai sosial lebih dari 80 juta poundsterling atau sekitar Rp1,6 triliun.

Selain itu, tercatat penghematan biaya kesehatan sebesar 48 juta poundsterling (sekitar Rp960 miliar) di wilayah Liverpool City Region dan kontribusi Rp140 miliar terhadap ekonomi lokal.

Program Red Neighbours juga menyalurkan bantuan senilai 500.000 poundsterling (sekitar Rp10 miliar) dalam bentuk paket pangan, tur stadion, dan pengalaman hari pertandingan, serta menyediakan 1.000 makanan gratis per minggu bagi masyarakat.

Komitmen Keuangan Berkelanjutan

Chief Financial Officer Liverpool, Jenny Beacham, menegaskan bahwa klub berkomitmen menjalankan operasional secara berkelanjutan dan tetap mematuhi regulasi keuangan sepak bola.

Dengan pendapatan tembus Rp14 triliun dan gelar Liga Inggris ke-20, Liverpool menunjukkan bahwa kesuksesan di lapangan dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan bisnis yang kuat dan terstruktur.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#liga inggris #Deloitte Football Money League #liverpool #nielsen