Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Transfer Jean-Philippe Mateta ke AC Milan Gagal, Masalah Lutut Jadi Penghalang

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 4 Februari 2026 | 04:54 WIB
Jean-Philipe Mateta gagal gabung AC Milan.
Jean-Philipe Mateta gagal gabung AC Milan.

RADAR SURABAYA - Kepindahan penyerang Crystal Palace, Jean Philippe Mateta, ke raksasa Serie A AC Milan resmi kandas pada bursa transfer Januari.

Transfer senilai 30 juta pound sterling (Rp689 miliar) tersebut gagal terwujud setelah dua kali tes medis memunculkan kekhawatiran serius terkait kondisi lutut sang pemain.

Situasi ini menempatkan Mateta dalam posisi sulit. Setelah sempat berada di ambang kepindahan impian ke San Siro, striker berusia 28 tahun itu kini

harus kembali fokus bersama Crystal Palace sambil mempertimbangkan masa depannya di tengah persoalan cedera dan persaingan ketat di klub.

Cedera Lutut Jadi Sorotan Milan

Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa Mateta mengalami masalah pada lututnya dalam beberapa pekan terakhir.

Cedera tersebut diyakini turut memengaruhi performanya, mengingat Mateta hanya mampu mencetak satu gol sejak awal Desember.

Meski begitu, kondisi tersebut tidak menghalangi Mateta untuk mencoba memaksakan kepindahan dari Selhurst Park pada detik-detik akhir bursa transfer Januari.

Sumber kepada BBC Sport menyebutkan bahwa Crystal Palace telah bersikap transparan kepada AC Milan dengan mengirimkan laporan medis lengkap.
Namun, menurut sumber di Italia, Milan memiliki kekhawatiran khusus terhadap lutut kanan Mateta.

Mateta diketahui pernah mengalami robekan meniskus pada 2019 saat membela Mainz. Cedera itu membuatnya harus menjalani operasi dan absen sekitar enam bulan.

Hasil pemeriksaan terbaru membuat Milan menyimpulkan bahwa Mateta kemungkinan memerlukan operasi lanjutan, bukan sekadar terapi atau pengaturan beban latihan.

Operasi Jadi Opsi, tetapi Penuh Risiko

Dari sudut pandang medis, operasi dinilai sebagai langkah paling masuk akal untuk mengatasi masalah peradangan lutut yang dialami Mateta.

Prosedur tersebut berpotensi membuat sang pemain terbebas dari rasa nyeri yang mengganggunya dalam beberapa pekan terakhir.

Bagi Crystal Palace, operasi juga dapat menjadi solusi jangka panjang karena menghilangkan keraguan calon peminat di masa depan.

Kontrak Mateta sendiri akan berakhir pada 2027, sehingga Palace berisiko kehilangan sang striker secara gratis jika tidak menjualnya dalam waktu dekat.

Namun, keputusan operasi tidak sepenuhnya sederhana bagi Mateta.

Ancaman terhadap Ambisi Piala Dunia

Dengan Piala Dunia yang semakin dekat, setiap keputusan medis memiliki dampak besar terhadap karier internasional Mateta.

Waktu pemulihan pascaoperasi berpotensi mengurangi kesempatan sang pemain untuk meyakinkan pelatih Prancis, Didier Deschamps, agar memberinya tempat di skuad Les Bleus.

Mateta sejauh ini mencatatkan statistik impresif bersama timnas Prancis dengan dua gol dari tiga penampilan sejak debutnya tahun lalu.

Peluang tampil di turnamen besar masih terbuka, tetapi menit bermain di level klub menjadi faktor penentu.

Situasi tersebut semakin rumit dengan kehadiran Jørgen Strand Larsen, rekrutan termahal Crystal Palace senilai 48 juta pound sterling (Rp1,1 triliun), yang berpotensi membatasi peran Mateta hingga akhir musim.

Dilema Besar Jean-Philippe Mateta

Gagalnya transfer ke AC Milan membuat Jean-Philippe Mateta berada di persimpangan jalan. Ia harus memilih antara menjalani operasi demi karier

jangka panjang atau mempertahankan kondisi saat ini dengan risiko terbatasnya kesempatan bermain dan perhatian klub peminat.

Di tengah persaingan klub dan tekanan ambisi internasional, masa depan Mateta kini menjadi salah satu cerita menarik yang patut disorot menjelang akhir musim.(rak)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Oliver Glasner #BBC Sport #Jean Philippe Mateta #bursa transfer #AC Milan #crystal palace