RADAR SURABAYA – Ujian berat menanti pengganti — atau para pengganti — Vitor Pereira pada Sabtu malam nanti, ketika Wolverhampton Wanderers (Wolves) bertandang ke Stamford Bridge untuk menghadapi Chelsea dalam lanjutan Liga Premier Inggris.
Wolves akan menjalani pertandingan pertama mereka sejak pemecatan Pereira, sementara The Blues masih dalam masa pemulihan setelah menempuh perjalanan hampir 3.000 mil ke Azerbaijan — dengan hasil yang tidak sepenuhnya memuaskan.
Chelsea Masih Inkonsisten
Chelsea dan Qarabag mungkin berbeda kelas dalam hal prestasi Eropa.
Namun, klub asal Azerbaijan itu hampir mencatat kemenangan bersejarah atas juara Liga
Champions 2012 dan 2021 itu pada Rabu malam, sebelum Alejandro Garnacho menyelamatkan timnya dengan gol penyeimbang.
Sebelumnya, Leandro Andrade dan Marko Jankovic membalikkan keunggulan awal Chelsea yang dicetak Estevao Willian, membuat laga berakhir 2-2.
Hasil imbang tersebut membuat suasana ruang ganti The Blues muram, karena anak asuh Enzo Maresca gagal memanfaatkan peluang untuk mendekat ke zona 16 besar.
Konsistensi juga masih menjadi masalah di liga domestik. Dalam enam laga terakhir Premier League, Chelsea mencatat tiga kemenangan dan tiga kekalahan — performa yang belum stabil.
Namun, mereka baru saja menumbangkan Tottenham Hotspur 1-0 di London Utara, hasil yang menandai kemenangan ketiga dari empat laga terakhir.
Gol tunggal Joao Pedro cukup untuk memastikan kemenangan atas Spurs dan menempatkan Chelsea di peringkat ketujuh klasemen sementara, unggul selisih gol dari Manchester United.
Menariknya, The Blues menjadi salah satu tim yang jarang tertinggal musim ini — hanya 14,4 persen dari total waktu bermain — catatan terbaik kedua setelah Crystal Palace (14,2 persen).
Wolves Masih Terpuruk
Sebaliknya, Wolves justru mencatat statistik suram. Mereka menjadi tim yang paling sering tertinggal di Liga Inggris musim ini, yakni selama 59,1 persen waktu bermain.
Situasi itu membuat Vitor Pereira harus angkat kaki setelah kekalahan telak 0-3 dari Fulham — kekalahan keempat beruntun di semua kompetisi.
Hingga pekan ini, Wolves belum pernah meraih kemenangan di liga dan tertinggal delapan poin dari zona aman.
Klub belum menunjuk pengganti permanen, tetapi Rob Edwards (Middlesbrough) disebut menjadi kandidat utama, mengungguli mantan pelatih Wolves Gary O’Neil.
Untuk sementara, tim akan dipimpin oleh duet pelatih akademi James Collins (U-21) dan Richard Walker (U-18).
Keduanya akan memimpin Wolves yang tengah menjalani 14 laga tanpa kemenangan di Premier League sejak April lalu.
Menariknya, Wolves sempat memberi perlawanan sengit di ajang EFL Cup pada 29 Oktober lalu, ketika mereka kalah tipis 3-4 dari Chelsea.
Pertemuan itu menambah catatan produktif gol dalam empat duel terakhir kedua tim, yang total menghasilkan 25 gol.
Kabar Tim
Chelsea dipastikan kehilangan Romeo Lavia, yang kembali mengalami cedera paha hanya delapan menit setelah laga melawan Qarabag dimulai.
Ia bergabung di ruang perawatan bersama Cole Palmer, Levi Colwill, Dario Essugo, Benoit Badiashile, dan Mykhaylo Mudryk yang tengah menjalani skorsing.
Namun, kabar baik datang dari Pedro Neto, eks pemain Wolves, yang sudah pulih dari cedera ringan dan siap menghadapi mantan klubnya. Selain itu, Liam Delap juga kembali dari skorsing domestik dan berpeluang tampil sejak menit awal.
Sementara itu, Wolves harus bermain tanpa Emmanuel Agbadou yang terkena larangan bermain usai kartu merah kontra Fulham.
Tiga pemain lain juga absen, yakni Matt Doherty, Leon Chiwome, dan Rodrigo Gomes. Ladislav Krejci kemungkinan akan diturunkan untuk mengisi posisi Agbadou.
Perkiraan Susunan Pemain
Chelsea (4-2-3-1): Sanchez; Gusto, Fofana, Chalobah, Cucurella; Caicedo, Fernandez; Neto, Pedro, Garnacho; Delap.
Wolverhampton Wanderers (3-4-2-1): Johnstone; Toti, Krejci, S. Bueno; Tchatchoua, Andre, Gomes, H. Bueno; Munetsi, Bellegarde; Strand Larsen.
Prediksi Pertandingan
Fenomena new manager bounce atau “efek pelatih baru” kerap membawa perubahan positif bagi tim yang sedang terpuruk.
Namun, dengan kondisi Chelsea yang bisa kembali menurunkan sejumlah pemain utama, serta kelelahan yang mulai pulih usai perjalanan panjang ke Eropa, The Blues diprediksi tetap terlalu kuat untuk tim tamu.