Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jantungnya Masih Berdetak, Tapi Dokter Nyatakan Habis: Drama Pilu Saber Kazemi, Bintang Voli Iran yang Terjebak di Antara Hidup dan Mati

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 30 Oktober 2025 | 19:58 WIB
Saber Kazemi berada dalam kondisi yang membutuhkan perjuangan dan doa untuk kesembuhannya.
Saber Kazemi berada dalam kondisi yang membutuhkan perjuangan dan doa untuk kesembuhannya.

RADAR SURABAYA- Dunia bola voli internasional diguncang kabar pilu. Federasi Bola Voli Iran (IRIVF) secara resmi mengonfirmasi kondisi mengerikan yang menimpa salah satu bintang terbaiknya, Saber Kazemi. Pemain berusia 26 tahun itu dinyatakan mengalami kematian otak setelah kolaps secara mendadak di Qatar pada pertengahan Oktober 2025.

Dalam pernyataan resmi yang dibagikan melalui akun media sosial @irivf, IRIVF menyampaikan kabar yang menohok sekaligus membingungkan banyak pihak. "Tim medis mengonfirmasi adanya kematian otak. Namun, perangkat medis terus terhubung dan Saber masih hidup," tulis federasi tersebut, seperti dikutip, Kamis.

Pernyataan yang paradoks ini—menyebut "mati otak" tetapi "masih hidup"—membuka ruang bagi harapan sekaligus keputusasaan, menggambarkan betapa rumit dan tragisnya situasi yang dialami Kazemi.

 Apa Arti "Mati Otak" dalam Kasus Kazemi?

Istilah "kematian otak" sering disalahartikan dengan koma. Dalam konteks medis, kematian otak adalah kondisi irreversibel (tidak dapat pulih) di mana seluruh fungsi otak, termasuk batang otak yang mengontrol pernapasan dan sirkulasi darah, telah berhenti secara permanen. Tubuh pasien hanya dapat "terlihat hidup" karena disangga oleh mesin ventilator yang memompa oksigen ke dalam paru-paru dan mempertahankan detak jantung.

IRIVF dalam pernyataannya menegaskan bahwa segala upaya telah dilakukan. "Tim dokter Iran sudah melakukan segala cara untuk memulihkan kondisi otak Kazemi tetapi semua upaya gagal," tulis mereka. Ini mengindikasikan bahwa keputusan tersebut bukanlah hal yang gegabah, melainkan diagnosis final setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis yang ketat.

Sebelum dipindahkan ke Iran, Kazemi telah mendapat penanganan intensif di Doha, Qatar, di bawah pengawasan profesor saraf dan otak terkemuka. Sayangnya, semua keahlian medis terbaik pun tak mampu membalikkan takdir.

 Kronologi Tragedi: Dari Kolaps di Kolam Renang Hingga Koma

Tragedi ini berawal dari sebuah insiden yang tampak biasa. Pada pertengahan Oktober 2025, usai menjalani sesi pemulihan pramusim di sebuah kolam renang di Qatar, Kazemi tiba-tiba tidak sadarkan diri.

Tenaga medis yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama darurat. Kondisinya yang kritis membuatnya harus segera dilarikan ke salah satu rumah sakit terkemuka di Doha. Di sanalah, untuk pertama kalinya, dunia mengetahui bahwa bintang voli itu dinyatakan koma—sebuah kabar yang kemudian berujung pada diagnosis terberat: kematian otak.

 Mengenang Saber Kazemi: Legenda Timnas Iran dan Juara Kelas Dunia

Di balik berita tragis ini, tersimpan kisah tentang seorang atlet yang kariernya cemerlang. Saber Kazemi, dengan postur tubuh sekitar dua meter, adalah tulang punggung tim nasional Iran sejak 2018. Ia adalah pilar yang membawa Iran mendominasi bola voli Asia.

Prestasi gemilangnya bersama Timnas Iran antara lain:

* Juara Kejuaraan Bola Voli Putra Asia 2021 (sekaliigus meraih gelar MVP)

* Medali Emas Asian Games 2018

* Medali Emas Asian Games 2022

Tidak hanya di level internasional, karier klub Kazemi juga sangat mentereng. Ia adalah pemain globetrotter yang meninggalkan jejak kesuksesan di setiap tim yang dibelanya. Publik Indonesia tentu akrab dengan namanya karena ia sempat membela Jakarta Bhayangkara Presisi pada musim 2024-2025 dan berhasil membawa tim tersebut meraih gelar Proliga 2025.

Catatan juaranya sangat panjang:

*   Foolad Sirjan Iran: Juara Liga Super Iran 2020/2021 dan Juara Kejuaraan Antarklub Asia 2021.

*   Kuwait FC: Juara Liga Kuwait 2023/2024.

*   Jakarta Bhayangkara Presisi: Juara Proliga 2025.

Ia bahkan telah menandatangani kontrak untuk musim berikutnya dengan klub bergengsi asal Qatar, Al Rayyan, sebelum tragedi ini merenggut segalanya.

Duka dan Dukungan: IRIVF Minta Doa dan Hormati Privasi

Dalam situasi yang sangat emosional ini, IRIVF mengeluarkan permohonan. Mereka meminta semua pihak, termasuk para penggemar dan media, untuk mendoakan keselamatan Kazemi dan yang terpenting, menghormati privasi keluarga yang sedang berduka.

Permintaan ini adalah pengingat bahwa di balik statusnya sebagai bintang olahraga, ada seorang manusia dan keluarga yang sedang menghadapi ujian terberat dalam hidup mereka.

 Baca Juga: Jejak Sejarah Bakpao, Dari Persembahan Sungai di Tiongkok hingga Kudapan Populer di Indonesia

Kisah Saber Kazemi adalah potret nyata tentang betapa rapuhnya kehidupan. Seorang atlet berbadan perkasa, di puncak kariernya, dengan masa depan yang cerah, harus menghadapi takdir yang tak terduga. Ia meninggalkan warisan prestasi yang luar biasa, tetapi juga sebuah tragedi yang akan dikenang sebagai salah satu momen paling mengharukan dalam sejarah olahraga.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Jakarta Bhayangkara Presisi #Saber Kazemi #timnas voli Iran #mati otak #Federasi Bola Voli Iran