RADAR SURABAYA — Pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert, belum dapat memastikan masa depannya bersama skuad Garuda setelah kegagalan melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Indonesia dipastikan tersingkir setelah kalah tipis 0–1 dari Irak pada pertandingan terakhir Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Minggu (12/10).
Kekalahan tersebut melengkapi hasil negatif Indonesia sebelumnya, ketika tumbang 2–3 dari Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Dua hasil buruk itu membuat peluang Indonesia menuju putaran kelima maupun putaran final Piala Dunia 2026 resmi tertutup.
Dalam konferensi pers usai laga, Kluivert mengaku belum memiliki rencana terkait masa depannya.
“Saat ini belum ada rencana. Kami perlu berefleksi terhadap apa yang telah kami lakukan, namun saya benar-benar tidak memiliki jawabannya,” ujar Kluivert, dikutip dari rekaman audio yang diterima pewarta.
“Saya tidak tahu. Saya benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi,” tegasnya.
Perjalanan Kluivert bersama Timnas Indonesia
Patrick Kluivert resmi ditunjuk PSSI pada 8 Januari, menggantikan Shin Tae-yong yang diberhentikan dua hari sebelumnya.
Mantan penyerang Barcelona dan timnas Belanda itu datang dengan harapan besar membawa Indonesia tampil kompetitif di level Asia.
Debut Kluivert bersama timnas Indonesia berjalan pahit. Garuda menelan kekalahan telak 1–5 dari Australia pada laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Maret lalu.
Namun, performa tim perlahan membaik. Indonesia meraih kemenangan 1–0 atas Bahrain pada pertandingan kedua, lalu mengulang hasil yang sama saat menjamu China pada Juni.
Sayangnya, tren positif itu terhenti setelah Indonesia dihantam Jepang 0–6 pada laga pamungkas Grup C.
Meski begitu, hasil sebelumnya cukup untuk mengantarkan Indonesia ke putaran keempat kualifikasi dengan menempati posisi keempat klasemen akhir.
Sesi Uji Coba dan Evaluasi Tim
Untuk mematangkan persiapan menuju putaran keempat, Indonesia menjalani dua laga uji coba pada awal September di Jawa Timur. Kluivert membawa tim menang besar 6–0 atas Taiwan, namun ditahan imbang 0–0 oleh Lebanon.
Kini, setelah kepastian tersingkir, masa depan Kluivert menjadi tanda tanya besar. Publik sepak bola nasional menunggu sikap resmi PSSI: apakah
akan mempertahankan pelatih asal Belanda itu atau memulai era baru demi menghadapi kompetisi internasional selanjutnya.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan