RADAR SURABAYA – Timnas Indonesia menghadapi ujian besar ketika menantang Arab Saudi dalam laga perdana Playoff Kualifikasi Asia AFC™ – Road to 26, yang digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Rabu (9/10) waktu setempat atau Kamis (10/10) dini hari WIB.
Pertandingan ini akan menjadi laga hidup mati bagi kedua tim, karena hanya juara Grup B — yang juga dihuni Irak — yang berhak lolos otomatis ke Piala Dunia FIFA 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Bagi Indonesia, laga ini bukan sekadar perebutan tiket, tetapi juga kesempatan membuktikan bahwa skuad Garuda kini sejajar dengan kekuatan besar Asia.
Rekor Positif Timnas Indonesia di Jeddah
Kedua tim sudah saling mengenal dengan baik. Dalam dua pertemuan terakhir di Kualifikasi Asia AFC™ – Road to 26, Indonesia tampil superior: menahan imbang 1–1 di Jeddah pada September 2024 dan menang 2–0 di Jakarta sebulan kemudian.
Dua gol kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno kala itu dicetak oleh Marselino Ferdinan, yang kini kembali menjadi tumpuan utama di lini tengah skuad Garuda.
“Arab Saudi adalah tim besar, tapi kami sudah membuktikan bahwa kami bisa bersaing. Fokus kami adalah tampil disiplin dan memanfaatkan setiap peluang,” kata Patrick Kluivert, pelatih kepala Timnas Indonesia, dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Patrick Kluivert: “Kami Harus Setajam Pisau”
Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa timnya tak bisa hanya mengandalkan satu kekuatan.
Namun, ia mengakui bola mati (set piece) akan menjadi senjata penting untuk menembus pertahanan Arab Saudi.
“Kami harus tajam. Kami harus setajam pisau — tidak hanya lewat bola mati, tapi sepanjang 100 menit pertandingan,” ujar Kluivert.
Dalam laga uji coba melawan Taiwan bulan lalu, Indonesia mencetak tiga dari enam gol melalui skema bola mati — termasuk gol Jordi Amat dan Sandy Walsh. Fakta ini menjadi bukti bahwa Kluivert menaruh perhatian serius pada latihan eksekusi bola mati.
Selain itu, kerja sama antara Thom Haye, Rafael Struick, dan Marselino Ferdinan menjadi kunci permainan cepat dan efisien yang diusung Kluivert.
Herve Renard Percaya Diri, tapi Waspadai Kejutan
Sementara itu, pelatih Arab Saudi Herve Renard menilai timnya kini jauh lebih kuat dan siap menghadapi tekanan. Namun, ia tetap waspada terhadap potensi kejutan dari Indonesia.
“Ketika saya kembali hampir setahun lalu, tujuan saya adalah lolos langsung ke Piala Dunia. Kami tidak mencapainya karena belum cukup kuat,” ujar Renard.
“Kami harus tampil lebih disiplin, lebih fokus, dan lebih efisien. Indonesia adalah tim yang berani dan punya kecepatan tinggi. Kami tidak bisa meremehkan mereka.”
Arab Saudi datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah menang 2–1 atas Makedonia Utara dan imbang 1–1 melawan Republik Ceko pada laga persahabatan bulan lalu.
Striker Abdullah Al-Hamddan menjadi pemain paling produktif dengan dua gol dalam dua pertandingan terakhir.
Statistik Head-to-Head
Total pertemuan: 6 kali
Indonesia menang: 1 kali
Arab Saudi menang: 3 kali
Imbang: 2 kali
Gol Indonesia: 6
Gol Arab Saudi: 9
Catatan menunjukkan tren positif Indonesia sejak 2024, ketika skuad Garuda mampu menahan bahkan menundukkan tim dengan peringkat FIFA lebih tinggi.
Prediksi Taktik dan Skor
Indonesia kemungkinan akan bermain dengan formasi 3-4-2-1, memanfaatkan kecepatan di sisi sayap melalui Calvin Verdonk dan Kevin Diks. Sementara Marc Klok dan Thom Haye akan menjadi kreator serangan dari lini tengah.
Arab Saudi diperkirakan tampil dengan skema 4-2-3-1, menekan lewat kombinasi sayap cepat dan pergerakan Salem Al-Dawsari di lini depan.
Dengan mental bertarung yang meningkat dan tren positif di pertemuan terakhir, Indonesia diyakini dapat memberi perlawanan sengit.
Prediksi skor:
Indonesia 1–1 Arab Saudi (peluang kejutan terbuka).
Jadwal Pertandingan
Indonesia vs Arab Saudi
Stadion: King Abdullah Sports City (Jeddah)
Kick-off: Rabu, 20.15 (UTC+3) / Kamis, 00.15 WIB
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan