RADAR SURABAYA - Kiper Aston Villa dan Timnas Argentina, Emiliano Martinez, disebut sangat bersemangat dengan prospek bermain untuk Manchester United, menurut pengakuan pelatih Tim Tango Argentina, Lionel Scaloni.
Namun, transfernya gagal total pada deadline window musim panas.
Setan Merah menutup bursa transfer dengan fokus pada perkuat lini depan. Klub berhasil mendatangkan Bryan Mbeumo dari Brentford, Matheus Cunha dari Wolverhampton Wanderers, dan Benjamin Sesko dari RB Leipzig.
Sementara itu, manajer Ruben Amorim juga merekrut kiper muda Belgia, Senne Lammens, sebagai bagian dari restrukturisasi skuad—sebuah keputusan yang diambil meski rumor tentang pendatangan Martinez santer beredar.
Pemain berusia 33 tahun itu bahkan tidak dimasukkan dalam skuad Aston Villa yang tumbang 0-3 dari Crystal Palace pada 31 Agustus lalu, mengindikasikan bahwa kepindahannya hampir pasti. Namun, deal tersebut akhirnya kolaps di menit-menit terakhir.
Scaloni: "Emi Baik-Baik Saja dan Sudah Fokus"
Martinez kini telah bergabung dengan Timnas Argentina untuk menjalani tugas internasional. Melihat kondisi anak asuhnya, pelatih Lionel Scaloni memberikan konfirmasi tentang minat Martinez terhadap United sekaligus meyakinkan bahwa kipernya sudah move on.
"Emi baik-baik saja. Transfernya memang tidak terjadi, tetapi kemarin (Selasa) adalah hari ulang tahunnya dan saya melihatnya bahagia," ujar Scaloni kepada media.
"Tentu, dia pasti bersemangat dengan ide bermain untuk Manchester United, seperti yang dikatakan orang-orang.
Tapi dia anak yang positif. Dia sudah fokus pada kami (Timnas Argentina), dan ketika kembali ke klubnya, dia akan fokus pada mereka. Saya melihatnya dalam kondisi baik."
Penyebab Gagal: Jadon Sancho!
Sebuah laporan eksklusif dari The Athletic mengklaim bahwa penyebab utama gagalnya transfer Martinez adalah penolakan Jadon Sancho untuk pindah secara permanen ke Aston Villa.
Villa diyakini meminta Sancho sebagai bagian dari deal pertukaran, tetapi sang winger Inggris menolak mentah-mentah kesepakatan tersebut.
Akibatnya Villa juga tidak mau melepas Emiliano Martinez meskipun dengan nilai transfer yang lumayan.
Profil Senne Lammens: Pengganti Onana yang Masih Hijau dan Berisiko
Dengan gagalnya merekrut Martinez, United akhirnya merekrut Senne Lammens. Kiper berusia 23 tahun dari Belgia ini diproyeksikan untuk menjadi pesaing langsung bagi Andre Onana dan Altay Bayındir—yang keduanya dinilai tidak konsisten.
Onana, khususnya, mendapat kritik tajam akibat serangkaian performa buruk, dengan blunder terbaru terjadi pada kekalahan 1-2 dari Grimsby Town di Piala EFL, 27 Agustus lalu.
Namun, kehadiran Lammens juga menimbulkan kekhawatiran. Ia masih sangat muda dan belum teruji.
Pengalamannya hanya satu musim penuh sebagai kiper utama di Liga Pro Belgia. Adaptasinya ke tekanan dan intensitas Liga Primer Inggris diprediksi akan sangat sulit.
Apakah Manchester United Sudah Memenuhi Semua Kebutuhan Transfer?
Meski telah mendatangkan pemain-pemain baru, apakah Manchester United sudah menjawab semua masalahnya?
1. Kiper: Masih menjadi tanda tanya besar. Mengandalkan Onana yang tidak percaya diri dan kiper muda yang belum teruji seperti Lammens adalah risiko besar.
2. Lini Depan: Sudah diperkuat signifikan dengan kedatangan Mbeumo, Cunha, dan Sesko. Gol liga yang hanya 44 musim lalu diharapkan bisa ditingkatkan.
3. Lini Tengah: Tetap menjadi area yang rentan. Bruno Fernandes, Casemiro, dan Manuel Ugarte sering kewalahan menghadapi tekanan gelandang lawan. Tidak ada tambahan pemain baru di area ini, yang bisa jadi merupakan kelemahan strategis.
Gagalnya transfer Emiliano Martinez adalah pukulan telak bagi rencana Manchester United. Keputusan untuk merekrut Senne Lammens sebagai alternatif dianggap sangat berisiko.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan