RADAR SURABAYA – Real Madrid melakukan perombakan besar-besaran di departemen medis menyusul krisis cedera yang menghantui sepanjang musim 2024/2025.
Di bawah kepemimpinan pelatih anyar Xabi Alonso, manajemen Los Blancos tak ingin masalah kebugaran pemain kembali menjadi batu sandungan di musim kompetisi mendatang.
Langkah tegas ini diambil setelah musim lalu Real Madrid mencatatkan 25 kasus cedera dalam skuad utama, termasuk hilangnya hampir seluruh pemain lini belakang pada bulan Mei.
Menurut laporan Yahoo Sports, Senin (tanggal laporan), keputusan perombakan ini juga dipicu oleh dugaan konflik internal antara staf medis, dan pergantian lebih lanjut dikabarkan akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.
Dokter Felipe Segura Pimpin Tim Medis Baru Real Madrid
Real Madrid telah menunjuk dr. Felipe Segura sebagai kepala tim medis baru. Ia bergabung sejak 2021 dan mulai memimpin sejak 2023 setelah dr. Niko Mihic dicopot dari jabatannya.
Untuk memperkuat struktur medis, Madrid juga merekrut dr. Manuel Arroyo dari Granada, yang dikenal berpengalaman dalam menangani pemain cedera.
Sementara itu, dr. Daniel Rosado dan dr. Jaime Abascal diperkirakan akan meninggalkan tim utama sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut.
Krisis Cedera Real Madrid: Rudiger, Alaba, hingga Carvajal Jadi Korban
Pada penghujung musim lalu, Real Madrid kehilangan sejumlah pemain penting:
Antonio Rüdiger menjalani operasi karena cedera meniskus kanan.
Ferland Mendy mengalami robekan otot paha depan kanan.
David Alaba kembali mengalami cedera meniskus setelah sebelumnya pulih dari cedera ligamen anterior (ACL).
Dani Carvajal belum sepenuhnya pulih dari cedera ACL yang diderita sejak Oktober.
Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi manajemen dan membuat penanganan medis menjadi prioritas utama menyambut La Liga 2025/2026, yang akan dimulai pada 19 Agustus, dengan laga perdana melawan Osasuna.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan