RADAR SURABAYA – Pelatih baru Tottenham Hotspur, Thomas Frank, menyatakan komitmennya untuk membawa klub berjuluk Lilywhites itu meraih kesuksesan jangka panjang, meski menyadari tantangan besar yang akan dihadapinya di Liga Inggris.
Frank, yang resmi diumumkan sebagai manajer Spurs pada Juni 2025, mengakui bahwa menjadi pelatih Tottenham bukanlah pekerjaan yang mudah.
Dalam empat tahun terakhir, klub asal London Utara itu telah berganti manajer sebanyak empat kali.
"Datang ke klub besar seperti Tottenham tentu membawa tekanan besar," ujar pelatih asal Denmark tersebut dalam konferensi pers perdananya, Jumat (18/7).
"Saya suka ambisi klub ini. Semua keputusan yang saya buat bukan hanya untuk bertahan 18 bulan, tapi untuk membangun masa depan yang kuat dalam jangka panjang."
Tottenham Hotspur Sudah Ganti 4 Manajer Sejak 2021
Dalam empat tahun terakhir, Tottenham telah ditangani oleh Nuno Espirito Santo, Antonio Conte, dan Ange Postecoglou.
Dari ketiganya, hanya Postecoglou yang mampu mempersembahkan trofi besar, yaitu gelar Liga Europa 2025, sekaligus mengakhiri penantian 17 tahun klub untuk mengangkat trofi utama.
Mengenai prestasi tersebut, Frank memberikan apresiasi dan menjadikannya motivasi.
"Memenangkan Liga Europa adalah pencapaian yang luar biasa bagi klub. Namun, target saya lebih dari itu. Kami ingin bersaing di empat kompetisi utama dan melakukannya secara konsisten," kata pelatih berusia 51 tahun itu.
Tinggalkan Brentford, Frank Tak Bisa Tolak Tottenham
Thomas Frank meninggalkan Brentford pada akhir musim lalu setelah sukses membawa klub itu bertahan di Liga Primer sejak promosi pada 2021. Ia mengakui keputusan itu sulit, tetapi Tottenham adalah tantangan yang tak bisa dilewatkan.
"Dalam satu sisi sangat sulit karena saya sangat terikat dengan Brentford. Tapi di sisi lain, ini keputusan mudah.
Saat klub sebesar Tottenham mengetuk pintu Anda, sangat sulit untuk mengatakan tidak," ujarnya.
Masa Depan Son Heung-min dan Cristian Romero Jadi Sorotan
Dua pemain kunci Tottenham, Son Heung-min dan Cristian Romero, menjadi sorotan pada bursa transfer musim panas ini.
Son dilaporkan menarik minat klub-klub Arab Saudi, sedangkan Romero dikaitkan dengan sejumlah tim Eropa.
Namun, Frank menegaskan bahwa keduanya tetap menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Spurs.
"Sonny sudah 10 tahun di klub ini dan akhirnya mendapatkan trofi yang layak ia raih. Sementara Romero telah menjuarai Piala Dunia, Copa América, dan Liga Europa. Keduanya sangat penting dan akan tampil hari Sabtu," ujarnya.
Frank Bungkam soal Transfer Morgan Gibbs-White
Frank juga menolak berkomentar terkait rumor ketertarikan Spurs terhadap gelandang Nottingham Forest, Morgan Gibbs-White, yang tengah menjadi polemik hukum akibat dugaan pelanggaran klausul pelepasan senilai £60 juta.
"Saya tidak akan berbicara tentang pemain yang bukan bagian dari skuad saya," tegas Frank.(rak)