RADAR SURABAYA-Yaroslava Mahuchikh, pemegang rekor dunia lompat tinggi wanita dari Ukraina berhasil memenangkan medali emas Olimpiade Paris 2024.
Atlet wanita cantik ini berhasil menarik perhatian dunia karena kebiasaan yang ia lakukan, yaitu tidur sebelum melakukan pertandingan lompat tinggi. Bahkan di tengah arena, di tengah keriuhan penonton sekalipun.
Di sela-sela pertandingan, Mahuchikh selalu terlihat berbaring di lantai dengan alas tidur berwarna hijau, dan bantal tasnya. Ia terlihat santai seperti sedang tidur siang atau beristirahat.
“Saya merasa nyaman saat berbaring dan bahkan terkadang saya bisa melihat awan,” kata Mahuchikh tentang rutinitasnya di sela-sela melakukan lompatan.
“Kadang-kadang saya bisa menghitung angka 1, 2, 3, 4 atau menarik dan menghembuskan napas. Rasanya seperti rileks, tidak memikirkan bahwa saya sedang berada di stadion.”
Mahuchikh mampu melewati mistar setinggi dua meter (6,56 kaki) tanpa menjatuhkannya untuk dapat meraih medali emas.
Menurut New York Times, rutinitas “tidur sebentar” yang dilakukan oleh Mahuchikh sudah dilakukannya sejak tahun 2018, saat dimana ia memenangi lompat tinggi di Olimpiade Remaja.
“Serhii Stepanov yang membantu melatihnya bersama istrinya, Tetiena Stepanova, mengatakan bahwa duduk terlalu lama di antara lompatan membuat darah menggenang di kaki Mahuchikh,” lapor Times.
Maka solusi yang dberikan sang pelatih adalah ide untuk membawa kantong matras untuk merebahkan diri di lantai.
Sejak itu, setiap kali Mahuchikh memasuki arena lompat tinggi di sebuah kompetisi, maka ia membawa tas ransel yang berisi matras yoga, kantung tidur, dan kaus kaki.
Ia lantas membuka dan membeber matras di lantai untuk tidur sejenak. Terkadang ia juga mengenakan jaket hoodie untuk menemaninya bersantai tidur menunggu giliran pertandingan. Itu membuatnya rileks dan membantu memulihkan fokus dan konsentrasi.
Karena kebiasaanya yang berbuah medali emas ini, Mahuchikh mengatakan bahwa ia selalu mendapat kantong tidur baru setiap musim.
“Ini sangat sulit, tetapi saya menyarankan semua wanita untuk memiliki tikar dan selimut ini karena sangat nyaman untuk berbaring di cuaca yang berbeda. Ketika hujan, kita tetap baik baik saja dan tidak akan terasa panas karena ini adalah selimut untuk berkemah,” ucap Mahuchikh pada konferensi pers usai meraih medali pada Minggu (4/8) lalu.
(ema/mag/jay)
Editor : Jay Wijayanto