Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Olimpiade Paris 2024: Inilah Mijain Lopez, Pegulat Kuba Peraih Lima Medali Emas di Olimpiade

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 7 Agustus 2024 | 18:55 WIB

Mijain Lopez Nunez dari Kuba merayakan kemenangan atas Yasmani Acosta Fernandez dari Chili.
Mijain Lopez Nunez dari Kuba merayakan kemenangan atas Yasmani Acosta Fernandez dari Chili.
RADAR SURABAYA - Mijain Lopez tampil sebagai yang terbaik. Pegulat Kuba berusia 41 tahun itu mengalahkan Yasmani Acosta Fernandez dari Chili dengan skor 6-0 pada final kelas 130 kilogram di Olimpiade Paris pada hari Selasa untuk memenangkan medali emas kelimanya secara berturut-turut dalam cabang gulat Greco-Romawi.

Mijain Lopez adalah atlet Olimpiade pertama yang memenangkan medali emas dalam cabang yang sama dalam lima Olimpiade berturut-turut, dan pegulat pertama yang memenangkan lima medali emas.

"Yang hebat adalah kegembiraannya," kata Lopez melalui seorang penerjemah. "Itu adalah hasil yang saya dambakan, tetapi juga untuk seluruh dunia dan negara saya. Sangat senang bisa mencapai peringkat teratas Olimpiade. Hadiah dari kerja keras seumur hidup dengan bantuan semua orang dan keluarga saya. Itu adalah kemenangan terbesar saya.

Pegulat Kuba Mijain Lopez memecahkan rekor atlet ikonik Olimpiade seperti Carl Lewis dan Michael Phelps.

Dengan kemenangannya ini, Lopez memecahkan rekor empat medali emas Olimpiade perorangan berturut-turut yang diraih Carl Lewis (atletik/lompat jauh), Michael Phelps (renang/gaya ganti 200 m), Katie Ledecky (renang/gaya bebas 800 m), Al Oerter (atletik/cakram), Paul Elvstrom (berlayar) dan Kaori Icho (gulat).

Dalam enam penampilan Olimpiade, Lopez kini telah meraih 22 kemenangan dan hanya satu kekalahan yang terjadi di perempat final Olimpiade Athena 2004.

Mulai dari Olimpiade Beijing 2008, dominasi Mijain Lopez tak terhentikan hingga hari ini.

Photo
Photo

“Beijing (2008) adalah tentang masa muda, London (2012) adalah tentang transendensi, Rio (2016) tentang kerja keras, Tokyo (2020) adalah tentang pengorbanan, dan Paris (2024).berarti kegembiraan,” ungkap Lopez.

“Untuk mencapai semua hasil ini, seseorang harus mencintai olahraganya, mencintai pekerjaannya, dan menunjukkan kepada dunia bahwa dengan sedikit hal Anda dapat mencapai hal-hal hebat,” ujarnya menambahkan.

Lopez yang akan menginjak usia 42 tahun, sebenarnya telah mengumumkan untuk pensiun usai Olimpiade Tokyo 2020.

Namun, ia kembali ke olahraga gulat lagi karena masih memiliki keinginan untuk mencetak kemenangan bersejarah lainnya.

Ia harus bertanding sampai ada yang bisa mengalahkannya, tapi hingga saat ini belum ada yang membuatnya kalah. Sampai kemudian dia memutuskan untuk pensiun.

Mijain Lopez Nunez melepas sepatunya sebagai tanda ia akan pensiun setelah mengalahkan Yasmani Acosta Fernandez dari Chili dalam pertandingan final gulat Greco-Roman putra kelas 130kg.
Mijain Lopez Nunez melepas sepatunya sebagai tanda ia akan pensiun setelah mengalahkan Yasmani Acosta Fernandez dari Chili dalam pertandingan final gulat Greco-Roman putra kelas 130kg.

Lopez menerima standing ovation dari penonton pada final di Paris, sebelum sang legenda meletakkan sepatunya di tengah matras, sebuah tradisi bagi pegulat yang sudah pensiun.

“Kita harus memberi ruang bagi anak-anak muda yang sedang naik daun untuk memastikan keberlanjutan,” kata Lopez.

“Gulat telah menjadi cinta dalam hidupku, sepanjang hidupku,” ujarnya menambahkan.(rak)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#medali emas #rekor #Mijain Lopez Nunez #surabaya #kuba #Olimpiade Paris 2024 #gulat