Tren Perhiasan 2027 Bergeser, Desain Besar dan Berwarna

Dimas Mahendra • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 18:44 WIB
Teknologi pelapisan berperan penting dalam meningkatkan kualitas perhiasan di tengah mahalnya harga emas. (Dimas Mahendra)
Teknologi pelapisan berperan penting dalam meningkatkan kualitas perhiasan di tengah mahalnya harga emas. (Dimas Mahendra)

RADAR SURABAYA — Tingginya harga emas mendorong industri perhiasan menghadirkan inovasi desain yang lebih ringan, berwarna, dan terjangkau.

Memasuki 2027, tren perhiasan diprediksi bergeser dari dominasi emas kuning dan putih menuju desain berukuran besar dengan bobot ringan serta warna yang lebih ekspresif.

Inovasi teknologi produksi menjadi salah satu strategi industri untuk menjawab perubahan kebutuhan konsumen.

 Selain teknologi pelapisan dan pewarnaan modern, penggunaan teknik pembentukan logam serta pengembangan batu permata hasil laboratorium turut membuka peluang menghadirkan produk dengan variasi desain dan harga yang lebih kompetitif.

Perwakilan Eurotecnica, Annie Wong, mengatakan teknologi pelapisan berperan penting dalam meningkatkan kualitas perhiasan di tengah mahalnya harga emas.

Inovasi tersebut dikembangkan untuk menghasilkan lapisan yang tahan lama, mengurangi oksidasi, dan mendukung eksplorasi desain.

Baca Juga: Tim Bojonegoro dan Jombang Tembus Partai Final Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak

“Dengan harga emas yang sangat mahal, inovasi pelapisan akan membantu menghasilkan produk berkualitas lebih baik, tahan lama, dan mengurangi proses oksidasi.

Itulah tugas kami untuk menciptakan teknologi baru guna mendukung produksi perhiasan,” ujar Annie Wong, Minggu (18/10).

Selama lebih dari tiga dekade, Eurotecnica mengembangkan teknologi untuk industri perhiasan, mulai dari kebutuhan pengrajin skala kecil hingga pabrik dengan sistem pelapisan otomatis.

Salah satu inovasinya adalah teknologi enamel dekoratif. Perusahaan mengembangkan enamel dua komponen serta enamel dengan proses pengeringan menggunakan sinar ultraviolet (UV) yang membutuhkan waktu sekitar tiga menit.

Teknologi enamel semprot juga memungkinkan pembuatan efek gradasi dan kombinasi warna yang lebih variatif.

Baca Juga: Harga Tepung Terigu Melonjak, UMKM Terancam, Impor Gandum Masih Berjalan

Teknologi lapisan ultrahalus (ultrafine) turut mendukung aplikasi warna yang tipis dan presisi pada berbagai material, seperti emas, perak, kuningan, dan tembaga.

Perhiasan Besar Berbobot Ringan Jadi Tren 2027

Perwakilan resmi Eurotecnica di Indonesia, Wanto Tandia, memprediksi perhiasan berukuran besar dengan bobot ringan akan menjadi salah satu tren perhiasan 2027.

Salah satu teknologi yang mendukung tren tersebut adalah electroforming, yaitu proses pembentukan struktur logam melalui elektrodeposisi.

Teknik ini memungkinkan produsen membuat perhiasan berongga atau berdinding tipis sehingga tampilannya tetap besar dengan penggunaan material yang lebih efisien.

“Tren pada 2027, perhiasan akan lebih ringan. Satu perhiasan bisa tampak besar, tetapi hanya berbobot sekitar 1 gram.

Kemudian, warnanya semakin beragam, tidak lagi hanya kuning dan putih seperti perhiasan klasik, tetapi semakin berwarna-warni ke arah gaya perhiasan fesyen,” ungkap Wanto.

Selain desain ringan dan warna yang beragam, perhiasan emas dengan kadar lebih rendah diperkirakan menjadi alternatif bagi konsumen yang mempertimbangkan harga.

Meski demikian, kadar emas tetap perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kandungan logam mulia dan nilai produk.

Safir dan Rubi Hasil Laboratorium Jadi Alternatif

Tren perhiasan 2027 juga diperkirakan tetap diramaikan batu permata berwarna. Rubi merah dan safir biru, misalnya, masih berpotensi diminati konsumen Indonesia, terutama untuk perhiasan cincin dan gelang.

Wanto mengungkapkan, Eurotecnica juga berencana mengembangkan batu permata hasil laboratorium (lab-grown gemstone), termasuk safir dan rubi.

Produk tersebut ditawarkan sebagai alternatif bagi konsumen yang menginginkan tampilan batu permata dengan harga lebih terjangkau.

“Kami juga akan segera meluncurkan batu permata hasil laboratorium, seperti safir dan rubi, yang harganya jauh lebih terjangkau, tetapi tetap memukau. Ini akan menjadi alternatif menarik bagi konsumen,” tuturnya.

Ia menegaskan, teknologi pewarnaan modern pada perhiasan tidak dimaksudkan untuk mengubah kadar emas.

Karena itu, konsumen tetap perlu memahami jenis material, kadar logam mulia, dan karakteristik lapisan yang digunakan sebelum membeli produk.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa persaingan industri perhiasan tidak hanya bergantung pada harga bahan baku, tetapi juga pada inovasi teknologi, efisiensi produksi, dan kreativitas desain.

Di tengah tingginya harga emas, perhiasan berukuran besar dengan bobot ringan, desain penuh warna, serta batu permata hasil laboratorium berpotensi menjadi pilihan baru bagi konsumen pada 2027.(dim) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Eurotecnica tren perhiasan emas harga emas