Sanggar Mulyo Joyo Enterprise Surabaya Jadi Jujukan Pelajar Asing Belajar Tari

Lambertus Hurek • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 10:17 WIB
Sejumlah pelajar asing mengikuti pelatihan tari tradisional di MJE Surabaya. (IST)
Sejumlah pelajar asing mengikuti pelatihan tari tradisional di Sanggar MJE Surabaya. (IST)
 

RADAR SURABAYA – Sanggar Mulyo Joyo Enterprise (MJE) Surabaya tidak hanya menjadi tempat untuk mempelajari seni tari tradisional, tetapi juga mulai menarik minat pelajar asing yang tengah menempuh pendidikan di Indonesia. Sejumlah pelajar dari berbagai negara mengikuti kelas tari dan antusias mempelajari gerakan tari tradisional Jawa Timur.

Koreografer sekaligus Owner Sanggar Mulyo Joyo Enterprise (MJE) Surabaya, Sri Mulyani, mengatakan ketertarikan para pelajar asing tersebut berawal dari pengalaman Noah Pinho Noronha, pelajar asal Brasil, yang sebelumnya belajar menari di Sanggar MJE.

Baca Juga: Bos Teknologi Minta Pengembangan AI Diperlambat, Ada Apa?

“Dari pengalaman Noah belajar menari di Sanggar MJE, teman-temannya kemudian tertarik untuk ikut belajar. Mereka ingin mengikuti kelas rutin selama tinggal di Indonesia,” ujar Sri Mulyani, yang juga dosen di STKW Surabaya.

Beberapa pelajar asing yang mengikuti kegiatan tersebut di antaranya Madelief van den Born dari Belanda, Magdalena Elisa Wimmer dari Jerman, Alessia Girella dari Italia, serta Noah Pinho Noronha dari Brasil.

 Mereka berasal dari latar belakang sekolah yang berbeda di negara masing-masing dan saat ini menjalani kegiatan pendidikan di sejumlah sekolah di Sidoarjo dan Surabaya.

Dalam sesi latihan, Sri memberikan pelatihan dasar sejumlah tarian tradisional Jawa Timur, salah satunya tari remo. Para pelajar asing tersebut tampak antusias mengikuti setiap gerakan. Meski belum terlalu lancar, mereka berusaha menirukan gerakan dengan serius dan penuh semangat.

Madelief menyebut pengalaman mengikuti kelas tari sebagai kegiatan yang menyenangkan. Hal senada disampaikan Magdalena yang mengaku pembelajaran tari berlangsung sangat menyenangkan. Alessia menilai kegiatan tersebut lucu, bagus, sekaligus sangat menarik.

Sementara itu, Noah mengatakan tari yang dipelajarinya terasa menyenangkan dan penuh energi. Menurut dia, tarian tersebut juga mampu memperlihatkan budaya Indonesia dengan baik.

Baca Juga: Pemilik Laundry di Kalimantan Ini Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar Jadi Brilink Agen

Latihan juga membantu meningkatkan koordinasi dan kemampuan mengikuti gerakan secara bersama-sama.

 

Sri menambahkan, Sanggar MJE saat ini juga dikembangkan sebagai salah satu tempat wisata budaya. Konsep tersebut memungkinkan wisatawan yang berkunjung ke Surabaya tidak sekadar melihat pertunjukan seni, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung belajar tari tradisional.

Selain wisatawan, sanggar tersebut terbuka bagi pelajar yang ingin menambah pembekalan budaya sebelum mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri. Menurut Sri, pemahaman terhadap budaya sendiri penting agar pelajar dapat memperkenalkan identitas Indonesia ketika berada di negara lain.

“Budaya harus menjadi bekal. Sebelum berangkat ke luar negeri untuk pertukaran pelajar, mereka bisa belajar dan memahami budaya Indonesia terlebih dahulu di sini,” katanya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
Sri Mulyani Mulyo Joyo Enterprise stkw surabaya tari tradisional tari remo