IFI Surabaya Gandeng Jazz Gunung, Puluhan Fotografer Belajar Teknik Foto Panggung Profesional

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 18:51 WIB
Peserta mengikuti Stage Photography Workshop yang diselenggarakan IFI Surabaya bekerja sama dengan Festival Jazz Gunung di Auditorium IFI Surabaya, Kompleks AJBS. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Peserta mengikuti Stage Photography Workshop yang diselenggarakan IFI Surabaya bekerja sama dengan Festival Jazz Gunung di Auditorium IFI Surabaya, Kompleks AJBS. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Institut Français d'Indonésie (IFI) Surabaya terus memperkuat kolaborasinya dengan Festival Jazz Gunung yang telah terjalin selama enam tahun. 

Tidak lagi hanya berfokus pada musik, kerja sama kali ini diperluas dengan menggabungkan seni musik dan fotografi melalui penyelenggaraan Stage Photography Workshop di Auditorium IFI Surabaya, Kompleks AJBS.

Program ini menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan teknik fotografi panggung kepada para peserta.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Prancis melalui seni pertunjukan.

Penanggung Jawab Budaya dan Komunikasi IFI Surabaya, Pramenda Krishna, mengatakan kolaborasi kedua pihak sebenarnya telah merambah bidang fotografi sejak 2023

melalui program residensi fotografi Prancis–Jerman di Bromo School of Photography yang didirikan oleh fotografer lanskap sekaligus pendiri Festival Jazz Gunung, Sigit Purnomo.

Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan DFB Pilih Jurgen Klopp Jadi Pelatih Timnas Jerman usai Gagal di Piala Dunia 2026

"Kini, untuk pertama kalinya musik dan fotografi bertemu langsung di IFI Surabaya melalui pelatihan fotografi panggung yang dikhususkan untuk festival musik," ujar Krishna, Jumat (24/7).

Pelatihan menghadirkan fotografer resmi Festival Jazz Gunung, Saska Paloma Gladina, sebagai narasumber.

Sebanyak lebih dari 40 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai fotografer profesional, fotografer media, pegiat fotografi musik, seniman visual, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Selama workshop, peserta mendapatkan materi mengenai teknik memotret pertunjukan musik, pengaturan pencahayaan, komposisi gambar, hingga cara menangkap ekspresi musisi di atas panggung.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul sepanjang sesi diskusi.

Kolaborasi IFI Surabaya dan Festival Jazz Gunung tidak berhenti pada pelatihan. Rangkaian festival tahun ini juga menghadirkan grup musik asal Prancis, Watchdog.

Duo tersebut memandu lokakarya Jazz Camp pada 22–23 Juli di kawasan Bromo sebelum tampil dalam Festival Jazz Gunung pada Sabtu (25/7).

Kehadiran Watchdog menjadi bagian dari misi IFI Surabaya dalam memperkenalkan karya seniman Prancis kepada publik Indonesia sekaligus memperkuat pertukaran budaya melalui musik, fotografi, dan seni pertunjukan.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
watchdog Institut Français d'Indonésie (IFI) festival jazz gunung surabaya