Berapa Kali Sebaiknya Makan Mie Instan dalam Seminggu

M Firman Syah • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04 WIB
Ada batasnya memakan mie instan dalam seminggu, kalau kalian berapa kali?  Foto: Pinterest.
Ada batasnya memakan mie instan dalam seminggu, kalau kalian berapa kali? Foto: Pinterest.

Radar Surabaya – Mie instan menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia karena praktis, lezat, dan terjangkau. Meski demikian, konsumsi mie instan tetap perlu dibatasi agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.

Menurut para ahli gizi, mie instan tergolong makanan yang tinggi karbohidrat sederhana, natrium (garam), dan lemak jenuh, tetapi relatif rendah serat, protein, serta vitamin dan mineral esensial. Karena itu, mie instan sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering sebagai pengganti makanan utama.

Secara umum, ahli gizi merekomendasikan konsumsi mie instan maksimal satu hingga dua kali dalam seminggu. Frekuensi tersebut dinilai masih dapat ditoleransi apabila diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang.

Sebaliknya, mengonsumsi mie instan setiap hari atau bahkan beberapa kali dalam sehari dapat meningkatkan asupan natrium secara berlebihan. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut berisiko meningkatkan tekanan darah, mengganggu kesehatan pencernaan, hingga memicu gangguan metabolisme.

Agar lebih sehat, ada beberapa cara yang dapat dilakukan saat mengonsumsi mie instan. Pertama, kurangi penggunaan bumbu kemasan karena mengandung natrium dan monosodium glutamat (MSG) yang cukup tinggi. Bila memungkinkan, gunakan sebagian bumbu saja atau tambahkan rempah alami sebagai penyedap.

Kedua, lengkapi mie instan dengan sumber protein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe, serta tambahkan sayuran, misalnya bayam, sawi, kol, atau wortel untuk meningkatkan kandungan serat dan vitamin.

Ketiga, sebagian orang memilih membuang air rebusan pertama sebelum menyajikan mie. Langkah ini dipercaya dapat mengurangi sisa minyak yang menempel pada mie, meski manfaatnya terhadap kandungan gizi masih menjadi perdebatan dan tidak menghilangkan tingginya kadar natrium dalam bumbu.

Selain itu, mie instan sebaiknya dijadikan sebagai menu sesekali atau pilihan saat kondisi darurat, bukan sebagai makanan pokok sehari-hari. Dengan membatasi frekuensi konsumsi, menjaga porsi makan, serta menerapkan pola makan bergizi seimbang dan mencukupi kebutuhan air putih, mie instan tetap dapat dinikmati tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan secara berlebihan. (nor/fir)

Editor : M Firman Syah
natrium msg mie instan kesehatan pola makan