Radar Surabaya – Tubuh yang mudah lelah tidak selalu disebabkan oleh aktivitas yang padat atau kurang berolahraga. Meski rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi, dan memiliki waktu tidur yang cukup, seseorang tetap bisa mengalami kelelahan akibat berbagai faktor lain yang kerap tidak disadari.
Konsultan Penyakit Dalam Aster CMI Hospital Bengaluru, Dr. Pooja Pillai, menjelaskan salah satu penyebab paling umum adalah kualitas tidur yang buruk. Seseorang bisa saja tidur selama berjam-jam, tetapi tubuh tidak memperoleh pemulihan yang optimal apabila tidurnya sering terbangun atau tidak nyenyak. Akibatnya, tubuh tetap terasa lemas saat bangun dan sulit berkonsentrasi sepanjang hari.
Selain itu, kurang minum air putih, stres berkepanjangan, serta kekurangan zat gizi seperti zat besi, vitamin D, dan vitamin B12 juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan energi. Kondisi tersebut biasanya berkembang secara bertahap sehingga sering kali tidak disadari.
Kelelahan yang terus-menerus juga dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan. Masalah pada kelenjar tiroid, misalnya, dapat memperlambat metabolisme sehingga tubuh lebih cepat lelah. Beberapa penyakit lain seperti anemia, diabetes, sleep apnea, infeksi, hingga gangguan jantung juga dapat memicu keluhan serupa.
Di sisi lain, olahraga yang dilakukan secara berlebihan tanpa diimbangi waktu istirahat yang cukup justru dapat memberikan efek sebaliknya. Alih-alih meningkatkan kebugaran, aktivitas fisik yang berlebihan dapat menguras energi dan memperlambat proses pemulihan tubuh.
Karena itu, menjaga keseimbangan antara olahraga, pola makan bergizi, istirahat yang cukup, hidrasi, serta pengelolaan stres menjadi langkah penting untuk mempertahankan stamina dan kesehatan tubuh.
Apabila rasa lelah tidak kunjung membaik selama beberapa minggu atau disertai gejala seperti sesak napas, nyeri dada, pusing, penurunan berat badan tanpa sebab, maupun sulit berkonsentrasi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab kelelahan sehingga penanganan yang tepat dapat segera diberikan. (rin/fir)
Editor : M Firman Syah