RADAR SURABAYA – Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah belum menyurutkan minat masyarakat Surabaya dan Jawa Timur untuk bepergian ke luar negeri.
Kondisi tersebut justru tidak menghambat peningkatan transaksi pada hari pertama Travel Fair 2026 yang digelar di Surabaya.
Head of Region Jawa Timur dan Bali Nusra CIMB Niaga, Rhena Octaria, mengatakan penjualan pada hari pertama
penyelenggaraan Travel Fair 2026 meningkat sekitar 25 persen dibandingkan hari pertama pelaksanaan sebelumnya.
"Secara penjualan bahkan naik dibandingkan periode sebelumnya pada hari yang sama, kurang lebih sekitar 25 persen," ujarnya, Jumat (17/7).
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat untuk melakukan perjalanan ke luar negeri masih tetap tinggi,
meskipun biaya perjalanan berpotensi meningkat akibat menguatnya nilai tukar dolar AS.
Menurut Rhena, bepergian ke luar negeri kini tidak hanya didominasi oleh kebutuhan wisata.
Banyak masyarakat yang melakukan perjalanan untuk mengunjungi keluarga, menemui anak yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, hingga menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.
"Perjalanan ke luar negeri masih menjadi salah satu kebutuhan. Tidak hanya untuk liburan, tetapi juga ada yang berkunjung ke anak dan memiliki keperluan lain, seperti kontrol kesehatan rutin. Jadi, kebutuhannya tetap ada," katanya.
Ia menjelaskan, masyarakat kini semakin cermat dalam menyusun anggaran perjalanan.
Beragam promo tiket pesawat, paket wisata, hingga kemudahan pembayaran yang ditawarkan selama Travel Fair menjadi daya tarik utama bagi calon wisatawan.
Selain itu, fasilitas pembayaran melalui cicilan kartu kredit turut mendorong peningkatan transaksi karena memberikan fleksibilitas dalam merencanakan liburan maupun perjalanan bisnis.
Baca Juga: Prancis vs Inggris: Laga Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026 Diprediksi Berjalan Tidak Menarik
Rhena menambahkan, penyelenggaraan Travel Fair 2026 merupakan bagian dari upaya menghadirkan solusi transaksi yang lebih mudah sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang berencana bepergian ke luar negeri.
"Di tengah dinamika ekonomi global saat ini, perencanaan keuangan yang bijak dan efisien menjadi kunci utama bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri," tuturnya.
Adapun sejumlah negara yang masih menjadi destinasi favorit masyarakat Indonesia, khususnya warga Surabaya dan Jawa Timur, meliputi China, Taiwan, Hong Kong, Jepang, hingga Amerika Serikat.
Meningkatnya penjualan pada Travel Fair 2026 menjadi sinyal bahwa minat masyarakat terhadap perjalanan internasional masih kuat.
Berbagai promo dan kemudahan pembiayaan dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi nilai tukar mata uang asing. (sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan