Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nikotin Mengintai Kesehatan, Begini Cara Lepas dari Ketergantungannya

M Firman Syah • Rabu, 17 Juni 2026 | 07:07 WIB

Mengenal Bahaya Nikotin dan Strategi Medis untuk Lepas dari Ketergantungan. Foto: Pinterest.

Mengenal Bahaya Nikotin dan Strategi Medis untuk Lepas dari Ketergantungan. Foto: Pinterest.

Radar Surabaya – Nikotin dikenal sebagai zat adiktif yang terkandung dalam rokok konvensional maupun rokok elektronik (vape). Meski kerap memberikan efek relaksasi dan rasa nyaman dalam waktu singkat, nikotin menyimpan ancaman serius bagi kesehatan jika dikonsumsi secara terus-menerus.

Sebagai zat stimulan, nikotin bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat dan memicu pelepasan dopamin di otak. Kondisi tersebut menciptakan sensasi senang yang membuat seseorang terdorong untuk menggunakannya kembali. Akibatnya, tidak sedikit pengguna yang akhirnya mengalami ketergantungan.

Paparan nikotin dalam jangka panjang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Zat ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang berdampak pada meningkatnya tekanan darah dan detak jantung. Jika berlangsung terus-menerus, risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke akan semakin tinggi.

Baca Juga: Target CHT Naik, Bahan Baku Dibatasi: Kadin Jatim Kritik Kontradiksi Kebijakan Rokok Pemerintah

Dampaknya tidak berhenti pada sistem peredaran darah. Nikotin juga dapat mengganggu fungsi pernapasan, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko kerusakan jaringan paru-paru. Karena itu, konsumsi produk berbahan tembakau masih menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kronis.

Di sisi lain, sejumlah penelitian menemukan bahwa nikotin dalam dosis yang sangat terkontrol memiliki potensi manfaat medis tertentu. Senyawa ini diketahui dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan sedang diteliti potensinya dalam penanganan beberapa gangguan saraf, termasuk penyakit Parkinson. Namun, manfaat tersebut dinilai jauh lebih kecil dibandingkan risiko kesehatan yang ditimbulkan dari konsumsi rokok maupun vape.

Baca Juga: Vape Disetarakan dengan Rokok, Iklan hingga Kadar Nikotin Bakal Diatur

Salah satu tantangan terbesar bagi pengguna nikotin adalah munculnya gejala sakau saat berusaha berhenti. Mulai dari rasa cemas, mudah marah, pusing, hingga gangguan tidur sering kali menjadi hambatan dalam proses pemulihan.

Untuk mengatasi ketergantungan tersebut, para ahli merekomendasikan Nicotine Replacement Therapy (NRT) atau terapi pengganti nikotin. Metode ini dilakukan dengan menggunakan produk medis seperti permen karet atau koyo nikotin yang membantu menurunkan kadar nikotin dalam tubuh secara bertahap.

Baca Juga: BNN Ingatkan Vape atau Rokok Elektrik Bisa Jadi Pintu Masuk Narkoba

Selain terapi medis, perubahan gaya hidup juga memegang peranan penting. Rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, mengelola stres, serta mendapatkan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar dapat membantu mempercepat proses berhenti merokok.

Dengan komitmen yang kuat dan langkah yang tepat, ketergantungan nikotin dapat diatasi sehingga seseorang memiliki peluang lebih besar untuk menikmati hidup yang lebih sehat dan berkualitas. (nor/fir)

Editor : M Firman Syah
#kesehatan jantung #merokok #bahaya rokok #vape #nikotin