RADAR SURABAYA – Hubungan asmara yang sehat seharusnya menjadi sumber dukungan, kenyamanan, dan kebahagiaan. Namun, kondisi berbeda dialami mereka yang terjebak dalam toxic relationship atau hubungan tidak sehat.
Berbagai kajian psikologi menunjukkan bahwa hubungan yang dipenuhi manipulasi, kekerasan verbal, kontrol berlebihan, hingga rasa tidak aman dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental. Salah satu dampak yang paling sering muncul adalah stres berkepanjangan dan gangguan kecemasan.
Dalam hubungan yang tidak sehat, konflik sering kali tidak diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Sebaliknya, pasangan cenderung menggunakan intimidasi, tekanan emosional, atau gaslighting, yaitu tindakan memanipulasi seseorang hingga meragukan pikiran dan penilaiannya sendiri.
Baca Juga: Toxic Positivity, Saat Sikap “Selalu Positif” Justru Melukai
Kondisi tersebut membuat korban terus berada dalam tekanan. Mereka merasa takut melakukan kesalahan, kehilangan rasa aman, hingga mengalami penurunan kepercayaan diri secara perlahan.
Dampaknya tidak hanya dirasakan secara emosional, tetapi juga memengaruhi kondisi fisik. Saat seseorang terus-menerus mengalami tekanan psikologis, tubuh akan memproduksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dalam jumlah lebih tinggi.
Peningkatan hormon tersebut dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari sulit tidur atau insomnia, sakit kepala berulang, mudah lelah, hingga menurunnya daya tahan tubuh. Dalam kasus tertentu, kondisi ini bahkan dapat berkembang menjadi depresi apabila tidak segera ditangani.
Baca Juga: Tren Percintaan Gen Z, Terlihat Romantis tapi Sebenarnya Toxic dan Manipulatif
Meski memberikan dampak negatif, banyak korban toxic relationship memilih bertahan. Faktor ketergantungan emosional, trauma masa lalu, hingga harapan bahwa pasangan akan berubah sering kali membuat seseorang sulit keluar dari hubungan tersebut.
Fenomena ini dikenal sebagai trauma bonding, yaitu kondisi ketika korban membentuk ikatan emosional yang kuat dengan pelaku meskipun terus mengalami perlakuan yang menyakitkan. Akibatnya, korban kerap menjauh dari lingkungan sosial, termasuk keluarga dan sahabat yang sebenarnya dapat memberikan dukungan.
Baca Juga: Kenali Tanda Toxic Relationship dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental
Para psikolog menyarankan individu untuk mengenali tanda-tanda hubungan tidak sehat sejak dini. Menetapkan batasan yang jelas, menjaga komunikasi yang sehat, serta berani mencari bantuan profesional menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan mental.
Jika stres, kecemasan, atau tekanan emosional mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau konselor dapat menjadi solusi untuk membantu proses pemulihan dan pengambilan keputusan yang lebih sehat. (nor/fir)
Editor : M Firman Syah