7 Kebiasaan Buruk Orang Indonesia yang Picu Masalah Kesehatan
Nurista Purnamasari• Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:39 WIB
Beberapa kebiasaan orang Indonesia tercatat mampu meningkatkan masalah kesehatan dan risiko penyakit kronis. (Pinterest)RADAR SURABAYA - Kesehatan masyarakat Indonesia menghadapi tantangan serius akibat gaya hidup yang tidak sehat. Data Kementerian Kesehatan RI dan laporan WHO menunjukkan bahwa penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes, hipertensi, dan kanker kini menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Penyakit-penyakit tersebut bukan hanya dipicu oleh faktor genetik, tetapi juga oleh kebiasaan buruk yang dilakukan sehari-hari.Sejumlah jurnal ilmiah nasional dan internasional menegaskan bahwa kebiasaan seperti merokok, pola makan tidak sehat, hingga kurang olahraga memiliki dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
1. Merokok Indonesia termasuk negara dengan prevalensi perokok tertinggi di dunia.Data Kemenkes RI mencatat 34,5% penduduk Indonesia adalah perokok aktif. Akibat kebiasaan merokok dan paparan asap rokok meningkatkan risiko kanker paru, penyakit jantung, dan stroke.2. Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak Studi Universitas Indonesia (2020), menemukan konsumsi makanan cepat saji berhubungan dengan peningkatan obesitas dan diabetes tipe 2. WHO merekomendasikan konsumsi gula <25 gram per hari, namun rata-rata orang Indonesia mengonsumsi lebih dari 50 gram.3.Kurang aktivitas fisik Aktivitas fisik yakni olahraga sangat penting untuk menjaga kebukaran dan membakar lemak-lemak dalam tubuh. Kurang olahraga dapat meningkatkan risiko obesitas hingga 60%. Diperkirakan 33,5% masyarakat Indonesia kurang beraktivitas fisik.Baca Juga: Kebiasaan Main Gadget Diam Diam Rusak Tumbuh Kembang Anak4.Begadang dan kurang tidur Kebiasaan begadang dapat memperburuk sistem imun dan kesehatan mental. Penelitian Harvard Medical School (2018), menyebut tidur <6 jam per malam meningkatkan risiko diabetes dan hipertensi. Sebagian orang Indonesia masih belum memiliki pola tidur yang berkualitas dan cukup, sehingga risiko masalah kesehatan meningkat.5.Stres kronis Di Indonesia, tekanan ekonomi dan pekerjaan menjadi faktor utama stres masyarakat urban. Studi Journal of Psychosomatic Research (2020), menunjukkan stres berkepanjangan memicu hipertensi, gangguan lambung, dan depresi.6. Konsumsi alkohol Meski prevalensi konsumsi alkohol di Indonesia relatif rendah, dampaknya tetap signifikan bagi kesehatan. Riset WHO Global Status Report on Alcohol (2021), menegaskan alkohol meningkatkan risiko kanker hati dan pankreas.Baca Juga: Francisco Rivera Resmi Perpanjang Kontrak di Persebaya hingga 3 Musim ke Depan7. Kurang kesadaran cek kesehatan rutin Data Kemenkes RI (2025), menunjukkan hanya 20% masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Akibatnya, penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes sering terlambat terdeteksi, sehingga meningkatkan angka kematian.Tujuh kebiasaan buruk ini terbukti meningkatkan risiko penyakit kronis yang menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Riset ilmiah menegaskan bahwa pencegahan melalui gaya hidup sehat lebih efektif dibandingkan pengobatan. Baca Juga: Haji 2026: Debarkasi Surabaya Siap Sambut Jemaah Haji, 4 Kloter Datang Berurutan pada 1 JuniDengan berhenti merokok, menjaga pola makan, rutin berolahraga, tidur cukup, mengelola stres, menghindari alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, masyarakat dapat menekan risiko penyakit serius. Kesehatan bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga soal kesadaran menjaga diri sejak dini. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat membawa dampak besar bagi masa depan kesehatan bangsa. (nur) Editor : Nurista Purnamasari