Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kerusakan Saraf Bisa Ganggu Penglihatan Anjing dan Kucing

Rahmat Sudrajat • Jumat, 29 Mei 2026 | 15:54 WIB

JINAK: Hewan peliharaan seperti kucing perlu mendapatkan penanganan kesehatan secara teliti dan menyeluruh. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
JINAK: Hewan peliharaan seperti kucing perlu mendapatkan penanganan kesehatan secara teliti dan menyeluruh. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Penanganan kesehatan hewan kecil seperti anjing dan kucing memiliki tantangan tersendiri, terutama pada kasus gangguan sistem saraf dan penyakit mata.

Kedua jenis penyakit ini membutuhkan ketelitian tinggi, pemahaman anatomi yang mendalam, serta metode pemeriksaan yang sistematis agar diagnosis dan penanganannya tepat sasaran.

Baca Juga: Banyak PSK di Jawa Timur Balik Kucing meski Sudah Dibina, Begini Kiat Dinsos

Pakar kesehatan hewan, Prof. Dr. Wiwik Misaco Yuniarti, drh., M.Kes., mengatakan tantangan utama dalam menangani penyakit saraf pada hewan kecil terletak pada proses evaluasi neurologis.

Pemeriksaan tersebut sangat penting untuk mengidentifikasi tanda klinis, menentukan lokasi kerusakan jaringan atau lesi, mengenali jenis penyakit, hingga mengetahui tingkat keparahan kondisi yang dialami hewan.

Baca Juga: Banyak PSK Balik Kucing meski Sudah Dibina, Dinsos Jatim Kewalahan

“Tantangan penanganan penyakit saraf pada hewan kecil terletak pada evaluasi neurologis. Proses ini dilakukan untuk mengetahui tanda klinis, lokasi lesi, jenis penyakit, hingga tingkat keparahan masalah yang dialami hewan,” jelas Prof. Wiwik, Jumat (29/5).

Menurutnya, pemeriksaan neurologis umumnya dibagi menjadi dua metode utama, yakni hands off (tanpa sentuhan) dan hands on (dengan sentuhan). Kedua metode tersebut memiliki fungsi penting dalam proses diagnosis.

Baca Juga: Jangan Hanya Dry Food, Kucing Juga Perlu Makan Wet Food

Metode hands off dinilai membantu mempermudah penentuan lokasi lesi. Namun, dokter hewan harus memahami anatomi dan fungsi sistem saraf dengan baik. Salah satu metode hands off paling dasar namun penting adalah pengamatan postur tubuh hewan.

“Hands off mempermudah penentuan lokasi lesi, tetapi pemeriksa harus memahami anatomi dan fungsi sistem saraf dengan baik. Salah satu metode hands off yakni pengamatan postur. Observasi postur menjadi langkah awal yang penting dalam pemeriksaan neurologis,” ujarnya.

Baca Juga: Dikira Suara Kucing, Bayi Ditemukan Dalam Tas Kresek di Gunung Anyar Timur Surabaya

Sementara itu, metode hands on dilakukan untuk memperkuat hasil observasi awal. Pemeriksaan ini mencakup berbagai tes, mulai dari reaksi posisi atau proprioception positioning reaction, evaluasi fungsi saraf kranial, hingga pengujian refleks tulang belakang.

“Pemeriksaan hands on diperlukan untuk memperkuat hasil observasi dan membantu menentukan diagnosis yang lebih tepat,” tambahnya.

Di sisi lain, gangguan kesehatan yang melibatkan hubungan antara saraf dan mata atau dikenal sebagai penyakit neuro-oftalmik juga menjadi perhatian serius. Pada anjing dan kucing, penyakit ini merupakan gangguan pada jalur saraf yang mengatur fungsi penglihatan, pergerakan bola mata, hingga pengaturan ukuran pupil.

Kondisi tersebut terjadi akibat adanya kelainan pada sistem saraf pusat yang terhubung langsung dengan organ penglihatan.

Drh. Lina Susanti, M.S., Ph.D., menjelaskan salah satu penyakit neuro-oftalmik yang cukup sering ditemukan adalah Horner Syndrome. Ia mengklasifikasikan sindrom tersebut berdasarkan lokasi saraf yang terdampak, yakni first order neuron, second order neuron, dan third order neuron.

Menurutnya, lokasi kerusakan saraf menentukan seberapa luas dampak penyakit terhadap tubuh hewan.

“Third order neuron lebih mempengaruhi gangguan pada mata, sedangkan first dan second order neuron berpotensi berdampak pada tubuh secara keseluruhan,” jelas Drh. Lina.

Karena kompleksnya hubungan antara saraf dan mata, Drh. Lina menegaskan pemeriksaan tidak boleh dilakukan secara sepintas. Pemeriksaan harus dilakukan secara langsung, teliti, dan menyeluruh agar akar masalah dan jenis penyakit dapat diketahui secara akurat.

“Kunci pemeriksaan mata adalah pemeriksaan dilakukan secara langsung dan menyeluruh agar permasalahan serta penyakit dapat diketahui dengan tepat,” pungkasnya. (rmt/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Penglihatan #Saraf #kucing #kerusakan #anjing