Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bukan Lagi Tabu, Ini Pentingnya Memberikan Pendidikan Seks Sejak Dini pada Anak

Nurista Purnamasari • Kamis, 21 Mei 2026 | 11:28 WIB
Ilustrasi. (Pinterest)
Ilustrasi. (Pinterest)

RADAR SURABAYA - Selama bertahun-tahun, pendidikan seks dianggap tabu oleh banyak orangtua, khususnya di Indonesia. Bahkan dalam puluhan dekade ke belakang, orang tua justru menghindari dan melarang anak membicaran seputar pendidikan seks dan pengetahuan seputar tubuh.

Pembicaraan terkait hal tersebut selain tabu juga dianggap tidak pantas dan tidak baik bagi usia anak-anak.

Akibatnya, anak sering kali tumbuh tanpa pemahaman yang tepat tentang tubuh, privasi, dan hubungan sehat. 

Baca Juga: Suami Banyak Utang Yang Disembunyikan, Rumah Tangga Hancur di Surabaya

Padahal, edukasi seks sejak dini justru penting untuk melindungi anak dari risiko pelecehan, mencegah informasi keliru dari lingkungan, serta membangun komunikasi terbuka antara anak dan orangtua.

Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini

1. Mencegah Pelecehan Seksual
Anak yang memahami konsep privasi tubuh sejak dini lebih mampu mengenali tindakan yang tidak pantas. Dengan mengajarkan bahwa ada bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain, orangtua membantu anak mencegah pelecehan seksual.

2. Memberikan Informasi yang Benar
Tanpa pendidikan seks dari orangtua, anak cenderung mencari jawaban dari teman atau internet yang belum tentu benar. Edukasi sejak dini memastikan anak mendapat informasi akurat tentang tubuh sesuai usianya.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Universitas Surabaya Ciptakan Boneka Edukatif untuk Pendidikan Seks Usia Dini

3. Mengajarkan Konsep Persetujuan
Pendidikan seks bukan hanya soal anatomi, tetapi juga tentang persetujuan (consent). Anak perlu diajarkan bahwa mereka berhak mengatakan “tidak” jika merasa tidak nyaman. Hal ini membentuk pemahaman tentang batasan diri dan menghormati orang lain.

4. Membiasakan Privasi dan Rasa Hormat
Mengajarkan anak untuk mengetuk pintu sebelum masuk kamar atau menghormati privasi orang lain adalah bagian dari pendidikan seks. Ini membantu anak memahami bahwa tubuh adalah sesuatu yang harus dihormati.

5. Menghadapi Era Digital
Di era internet, anak mudah terpapar konten seksual. Orangtua perlu mendampingi anak dalam menggunakan gawai dan menjelaskan perbedaan antara konten sehat dan berbahaya.

Baca Juga: Ratusan Relawan Global Sumud Flotilla Ditahan Israel, Indonesia Minta Bantuan Turki-Yordania Bebaskan 9 WNI

Pendidikan seks bukan untuk mengajarkan anak berhubungan seksual, melainkan memberi pemahaman tentang tubuh, privasi, dan rasa hormat. Dengan begitu, anak lebih siap menghadapi dunia luar.

Mengajarkan pendidikan seks sejak dini bukan sekadar melindungi anak dari pelecehan, tetapi juga membentuk generasi yang lebih sehat secara mental dan sosial. 

Dengan komunikasi terbuka, anak tumbuh menjadi individu yang percaya diri, menghargai diri sendiri, dan mampu menjalin hubungan yang sehat di masa depan.

Oleh sebab itu, pendidikan seks tidak lagi boleh dianggap tabu. Justru dengan membicarakannya sejak dini, orangtua membantu anak memahami tubuh, menjaga privasi, dan membangun rasa hormat terhadap diri sendiri maupun orang lain. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#pengetahuan seputar tubuh #privasi #pendidikan seks #orangtua #anak-anak