8 Makanan dan Minuman Viral yang Tidak Sehat
Bubble tea menjadi ikon tren minuman anak muda. Dengan topping boba kenyal dan rasa manis yang kuat, minuman ini sangat digemari. Namun, satu gelas bubble tea bisa mengandung 20–30 gram gula, melebihi batas harian yang direkomendasikan WHO. Konsumsi rutin berisiko memicu obesitas, diabetes tipe 2, dan kerusakan gigi.
Minuman energi sering dianggap solusi cepat untuk menambah stamina. Padahal, kandungan kafein yang tinggi (hingga 200 mg per kaleng) dan gula tambahan bisa memicu gangguan jantung, insomnia, serta hipertensi. Kafein berlebihan dapat memicu palpitasi dan meningkatkan tekanan darah.
Tantangan mie pedas ekstrem menjadi tren di media sosial. Satu porsi mie instan pedas bisa mengandung lebih dari 1.500 mg natrium, mendekati batas harian WHO. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan hipertensi, gangguan lambung, hingga risiko stroke.
Es kopi susu kekinian populer karena harga terjangkau dan rasa manis yang pas di lidah anak muda. Namun, campuran kopi, susu kental manis, dan krimer nabati mengandung lemak trans serta gula tinggi. Dampaknya adalah obesitas, kolesterol tinggi, dan gangguan metabolisme. Menurut pakar gizi, kopi sebenarnya sehat bila tanpa gula berlebih, tetapi tren kopi susu justru menambah risiko kesehatan.
Corn dog, ayam krispi, dan berbagai jajanan goreng viral menjadi favorit anak muda. Minyak goreng yang digunakan berulang kali menghasilkan lemak trans berbahaya. Konsumsi rutin meningkatkan risiko kolesterol tinggi, obesitas, dan penyakit jantung. Makanan goreng viral ini lebih banyak kandungan minyak daripada protein.
Dessert box dengan lapisan krim, mentega, dan cokelat menjadi tren kuliner manis. Kandungan gula dan kalori yang tinggi dapat memicu resistensi insulin, obesitas, dan diabetes. Konsumsi rutin tanpa kontrol berisiko besar terhadap kesehatan metabolisme.
Soda dengan varian rasa baru banyak dipromosikan sebagai minuman segar. Namun, satu kaleng soda bisa mengandung 35–40 gram gula. Dampaknya adalah obesitas, kerusakan gigi, dan gangguan metabolisme. Pakar gizi menyebut soda sebagai salah satu penyumbang utama obesitas remaja.
Street food viral sering disajikan dengan saus instan tinggi MSG, natrium, dan pengawet. Konsumsi berlebihan dapat memicu sakit kepala, gangguan metabolisme, dan hipertensi. Pakar kesehatan menegaskan bahwa MSG berlebihan berbahaya bagi kesehatan jangka panjang.
WHO merekomendasikan konsumsi gula maksimal 25 gram per hari, sementara banyak minuman viral melebihi batas ini dalam satu porsi.
Selain itu, konsumsi natrium berlebihan meningkatkan risiko hipertensi sejak usia muda.