Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jangan Asal FOMO! Ini 8 Makanan dan Minuman Viral yang Ternyata Berbahaya bagi Kesehatan

Nurista Purnamasari • Rabu, 20 Mei 2026 | 05:24 WIB
FOMO akan kuliner kekinian boleh, tapi ada beberapa makanan dan minuman yang kurang baik bagi kesehatan. (PINTEREST)
FOMO akan kuliner kekinian boleh, tapi ada beberapa makanan dan minuman yang kurang baik bagi kesehatan. (PINTEREST)
RADAR SURABAYA - Gaya hidup anak muda saat ini sangat dipengaruhi oleh media sosial. Tren kuliner yang viral di TikTok, Instagram, atau YouTube dengan cepat menjadi konsumsi massal, terutama karena adanya fenomena fear of missing out (FOMO). 
Banyak remaja dan mahasiswa merasa perlu mencoba makanan atau minuman yang sedang populer agar tidak ketinggalan tren. 
Sayangnya, sebagian besar produk viral tersebut lebih menonjolkan tampilan visual dan rasa unik dibandingkan kandungan gizi. Akibatnya, konsumsi berlebihan justru dapat menimbulkan masalah kesehatan serius.
Baca Juga: SPMB SD dan SMP Negeri Surabaya 2026 Siap Dilaksanakan, Catat Jadwalnya!

8 Makanan dan Minuman Viral yang Tidak Sehat

1. Bubble Tea
Bubble tea menjadi ikon tren minuman anak muda. Dengan topping boba kenyal dan rasa manis yang kuat, minuman ini sangat digemari. Namun, satu gelas bubble tea bisa mengandung 20–30 gram gula, melebihi batas harian yang direkomendasikan WHO. Konsumsi rutin berisiko memicu obesitas, diabetes tipe 2, dan kerusakan gigi. 
2. Minuman Energi
Minuman energi sering dianggap solusi cepat untuk menambah stamina. Padahal, kandungan kafein yang tinggi (hingga 200 mg per kaleng) dan gula tambahan bisa memicu gangguan jantung, insomnia, serta hipertensi. Kafein berlebihan dapat memicu palpitasi dan meningkatkan tekanan darah.
3. Mie Pedas Ekstrem
Tantangan mie pedas ekstrem menjadi tren di media sosial. Satu porsi mie instan pedas bisa mengandung lebih dari 1.500 mg natrium, mendekati batas harian WHO. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan hipertensi, gangguan lambung, hingga risiko stroke.
Baca Juga: Surabaya Tak Pernah Tidur, Ini 5 Spot Kuliner Andalan Pekerja Shift Malam
4. Es Kopi Susu Kekinian
Es kopi susu kekinian populer karena harga terjangkau dan rasa manis yang pas di lidah anak muda. Namun, campuran kopi, susu kental manis, dan krimer nabati mengandung lemak trans serta gula tinggi. Dampaknya adalah obesitas, kolesterol tinggi, dan gangguan metabolisme. Menurut pakar gizi, kopi sebenarnya sehat bila tanpa gula berlebih, tetapi tren kopi susu justru menambah risiko kesehatan.
5. Snack Goreng Viral
Corn dog, ayam krispi, dan berbagai jajanan goreng viral menjadi favorit anak muda. Minyak goreng yang digunakan berulang kali menghasilkan lemak trans berbahaya. Konsumsi rutin meningkatkan risiko kolesterol tinggi, obesitas, dan penyakit jantung. Makanan goreng viral ini lebih banyak kandungan minyak daripada protein.
6. Dessert Box dan Kue Viral
Dessert box dengan lapisan krim, mentega, dan cokelat menjadi tren kuliner manis. Kandungan gula dan kalori yang tinggi dapat memicu resistensi insulin, obesitas, dan diabetes. Konsumsi rutin tanpa kontrol berisiko besar terhadap kesehatan metabolisme.
Baca Juga: Dipicu Fenomena MJO dan Gelombang Rossby, Hujan Kerap Guyur Jawa Timur
7. Minuman Soda Rasa Baru
Soda dengan varian rasa baru banyak dipromosikan sebagai minuman segar. Namun, satu kaleng soda bisa mengandung 35–40 gram gula. Dampaknya adalah obesitas, kerusakan gigi, dan gangguan metabolisme. Pakar gizi menyebut soda sebagai salah satu penyumbang utama obesitas remaja.
8. Street Food dengan Saus Instan
Street food viral sering disajikan dengan saus instan tinggi MSG, natrium, dan pengawet. Konsumsi berlebihan dapat memicu sakit kepala, gangguan metabolisme, dan hipertensi. Pakar kesehatan menegaskan bahwa MSG berlebihan berbahaya bagi kesehatan jangka panjang.

WHO merekomendasikan konsumsi gula maksimal 25 gram per hari, sementara banyak minuman viral melebihi batas ini dalam satu porsi.
Selain itu, konsumsi natrium berlebihan meningkatkan risiko hipertensi sejak usia muda.
Baca Juga: Gara-Gara Rebutan Hak Asuh Anak di Surabaya, Istri Ditendang dan Dihajar 
Belum lagi krimer nabati dan gorengan mengandung lemak trans yang berbahaya bagi jantung.
Tren makanan dan minuman viral memang menarik secara visual dan rasa, tetapi konsumsi berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. 
Fenomena FOMO membuat anak muda semakin rentan mengikuti tren tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Kolaborasi Bersama Mitra Strategis, Meriahkan HJKS ke-733
Perlunya edukasi nutrisi dan pola makan seimbang agar generasi muda tidak terjebak dalam gaya hidup yang merugikan kesehatan. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari
#makanan viral #kuliner viral #minuman viral #fomo #kesehatan