RADAR SURABAYA – Kecerdasan anak ternyata tidak hanya ditentukan faktor bawaan lahir. Pola kebiasaan sehari-hari juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kemampuan akademik maupun sosial anak sejak usia dini.
Penelitian dari Harvard University menyebutkan, anak yang terbiasa menjalani rutinitas positif cenderung memiliki kemampuan belajar lebih baik dan lebih mudah beradaptasi di lingkungan sosial.
Dikutip dari Harvard Graduate School of Education tahun 2021, kebiasaan sederhana seperti membaca buku setiap hari, tidur cukup, hingga belajar mengelola emosi mampu membantu meningkatkan perkembangan kognitif anak secara signifikan.
Ada sejumlah kebiasaan positif yang dinilai mampu membentuk karakter sekaligus meningkatkan prestasi anak. Di antaranya rutin membaca buku, aktif bertanya, membantu pekerjaan rumah, hingga belajar mengatur waktu antara belajar dan bermain.
Selain itu, anak juga dianjurkan memiliki waktu istirahat yang cukup, terbiasa berdiskusi dengan orang tua, serta tidak terlalu sering menggunakan gawai.
Kebiasaan belajar dari kesalahan, melatih kesabaran, fokus, dan aktif dalam kegiatan kreatif juga menjadi faktor penting dalam membentuk pola pikir anak yang lebih berkembang.
Baca Juga: Kebiasaan Main Gadget Diam Diam Rusak Tumbuh Kembang Anak
Tak hanya itu, American Academy of Pediatrics (AAP) juga menyoroti dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap perkembangan sosial dan emosional anak.
AAP merekomendasikan penggunaan gawai maksimal satu jam per hari untuk anak usia di bawah enam tahun. Orang tua juga diminta tetap mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital agar pemanfaatannya lebih sehat dan terarah.
Baca Juga: 3 Alasan Orang Tua Perlu Menunda Penggunaan Gadget pada Anak
Kecerdasan anak pada akhirnya tidak hanya diukur dari nilai akademik semata. Konsistensi menerapkan kebiasaan positif dinilai menjadi kunci penting dalam mendukung kesuksesan anak di masa depan.
Lingkungan rumah yang nyaman, komunikasi yang baik, dan pola pengasuhan yang tepat juga berperan besar dalam membantu anak mengembangkan potensi terbaiknya. (btl/fir)