Surabaya – Tren kecantikan terus berkembang, mulai dari pilihan warna lipstik yang semakin berani hingga formula yang diklaim mampu menjaga kelembapan bibir. Namun di balik tampilannya yang menarik, tidak semua produk lipstik aman digunakan.
Sejumlah produk, khususnya yang belum memiliki izin edar resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, diketahui masih mengandung bahan berbahaya yang berpotensi mengganggu kesehatan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Musyawarah Pengelola Klinik Kecantikan di Surabaya, Ajak Warga Bijak Menggunakan Kosmetik
Salah satu yang perlu diwaspadai adalah kandungan logam berat, seperti timbal, merkuri, aluminium, kadmium, dan arsenik. Zat-zat tersebut dapat terserap melalui kulit bibir dan berdampak pada organ tubuh, mulai dari gangguan sistem saraf hingga meningkatkan risiko kanker apabila terpapar dalam kadar tinggi.
Selain itu, terdapat triclosan, senyawa antibakteri yang sebelumnya banyak digunakan dalam produk kosmetik. Sejumlah penelitian menunjukkan zat ini berpotensi mengganggu keseimbangan hormon serta memicu resistensi antibiotik.
Baca Juga: Seakan Tanpa Makeup dengan Lipstik Ombre
Bahan lain yang juga menjadi perhatian adalah phthalate, yang kerap digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas produk. Senyawa ini dikaitkan dengan risiko iritasi kulit, gangguan reproduksi, hingga potensi kanker. Meski sejumlah kajian ilmiah masih terus berkembang, para ahli mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih produk kosmetik, termasuk lipstik.
Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain memeriksa komposisi bahan, memastikan produk telah terdaftar di BPOM, serta menghindari produk dengan harga tidak wajar dan tanpa identitas produsen yang jelas. Di tengah maraknya tren kecantikan, konsumen diingatkan untuk tidak hanya terpaku pada tampilan. Membaca label dan memahami kandungan produk menjadi kunci utama untuk tetap tampil menarik tanpa mengorbankan kesehatan. (rif/fir)