RADAR SURABAYA - Beberapa tahun belkangan racikan kopi digandrungi masyarakat, khususnya kalangan muda. Ternyata tak hanya kopi, racikan teh pun kini diminati.
Tren mixology berbasis teh terus menunjukkan geliat positif di Indonesia. Hal itu terlihat dalam gelaran Dilmah Mixology Playoff 2026, sebuah kompetisi yang mewadahi kreativitas para peracik minuman dalam mengolah teh menjadi sajian unik dan berkarakter.
Sebanyak 37 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia ambil bagian dalam ajang yang digelar di Aloft Hotel Surabaya, Pakuwon City ini.
Baca Juga: Pelaku KDRT Bocah 4 Tahun di Kediri Ternyata Neneknya Sendiri, 2 Saudaranya Juga Jadi Korban
Mereka berlomba untuk menampilkan yang terbaik dalam dunia mixology teh, mulai dari kreasi cocktail hingga mocktail dengan cita rasa yang beragam.
Menariknya, kompetisi ini terbuka untuk umum. Langkah ini menjadi upaya untuk memperluas peluang bagi pelaku industri, profesional, hingga talenta baru yang ingin mengasah kemampuan di bidang mixology.
Salah satu peserta, Fauzi, 23 tahun, menghadirkan kreasi cocktail yang terinspirasi dari pengalaman pribadinya. Ia menggabungkan konsep teh rempah khas Arab dengan sentuhan modern.
Baca Juga: Jejak Panjang Teh di Indonesia, dari Komoditas Kolonial hingga Budaya Sehari-hari
“Saya membuat minuman teh bergaya Arab karena saya lahir dan besar di Arab Saudi. Ini minuman favorit saya sejak kecil, biasanya diminum sebelum beraktivitas. Teh rempah yang dimasak bersama susu, lalu saya twist menjadi espresso martini,” ujarnya, Kamis (16/4).
Berikutnya, Fauzi juga membuat kreasi minuman mocktail dengan menamainya “Kobbhu”, terinspirasi dari karapan sapi di Madura.
Menurutnya, minuman tersebut merepresentasikan energi yang dibutuhkan para joki saat berlaga.
“Minuman ini berkarakter strong dan saya konsepkan sebagai energy drink. Proses eksperimennya juga tidak lama, karena tema kompetisi ini tentang minuman berenergi, jadi saya langsung teringat masa kecil dan asal saya,” tambahnya.
Baca Juga: 10 Tanda Anak Mengalami Stres dan Depresi yang Sering Luput dari Perhatian Orang Tua
Ia menilai kompetisi seperti ini penting untuk mengukur kemampuan sekaligus memperluas wawasan di dunia mixology.
Di sisi lain, juri kompetisi sekaligus mixologist Indonesia, Agung Prabowo, menekankan pentingnya keseimbangan dalam meracik minuman berbasis teh.
“Kalau membuat cocktail atau mocktail, harus benar-benar balance. Tidak boleh ada rasa yang terlalu dominan, baik teh maupun bahan lainnya,” jelasnya.
Menurut Agung, tantangan dalam mixology teh cukup kompleks. Tidak hanya soal rasa, tetapi juga teknik dan pemahaman terhadap bahan, termasuk suhu penyajian.
Baca Juga: Tampilkan Tari Performatif Kesadaran Napas, Sri Mulyani Ajak Audiens Menyelami Tubuh dan Kesadaran
“Mixology tea itu tidak gampang. Semua berpengaruh, termasuk suhu. Sekarang ada juga teknik cold brew, lalu bagaimana dipadukan dengan jus atau bahan lain. Bartender harus bisa berpikir cepat dan tepat,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti perkembangan tren mixology teh di Indonesia yang dinilai semakin pesat dan tidak kalah dengan negara lain. Hal ini didukung oleh kreativitas bartender serta kekayaan bahan lokal yang melimpah.
“Indonesia punya banyak bahan khas yang bisa diolah. Ini jadi keunggulan dibanding negara lain yang mungkin lebih terbatas. Tinggal bagaimana kita mengolahnya menjadi minuman yang seimbang dan punya karakter,” pungkasnya. (sam/nur)
Editor : Nurista Purnamasari